Laju Roda Ekonomi Pengusaha UMKM Tersendat Efisiensi Dapur MBG
Spektroom - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diluncurkan sejak awal tahun 2025. Formulasi interaksi penawaran antara sebab akibat antara suplai dengan permintaan, MBG berpotensi membentuk nilai yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ekonomi. Namun perdebatan publik muncul mengenai apakah seluruh makanan harus diproduksi secara mandiri di dapur MBG atau diperbolehkan melibatkan pemasok eksternal seperti UMKM pangan dan produsen makanan siap konsumsi.
Spektroom menelusuri bergulirnya program MBG meliputi produksi mandiri dengan pengawasan melekat ahli gizi dan melibatkan pemasok eksternal demi efisiensi. MBG menerapkan pendekatan bauran antara produksi Mandiri dan keterlibatan UMKM lokal yang telah memenuhi standar. Pendekatan ini menggarisbawahi negara tetap menjaga kualitas menu utama sekaligus membuka ruang partisipasi ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Salah seorang pengusaha UMKM Eka Supriyatin Pemilik usaha olahan Lele Al-Fadh asal boyolali Jawa Tengah yang dihubungi spektroom (28/1/2026) mengakui omset produksinya meningkat.
“Alhamdulillah, rumah usaha Al-Fadh sebenarnya memproduksi lauk pauk dan makanan camilan berbahan dasar Lele siap saji, namun dapur MBG memilih al-fadh sebagai penyuplai daging lele dalam olahan fillet yang masih mentah untuk mendukung protein dan lemak Omega 3 bagi generasi muda yang tangguh tahun 2045. Alhamdulillah sejak kami ikut terlibat sebagai penyuplai daging lele untuk dapur MBG maka omset pengadaan lele langsung dari petani menjadi naik 100 %.”
Eka menjelaskan demi menyiapkan generasi muda yang tangguh dimasa mendatang, pihaknya tetap menyiapkan daging lele yang berkualitas dan masih segar untuk selanjutnya diolah menjadi potongan-potongan fillet yang di frozen. Setelah fillet dikemas dengan baik langsung didistribusikan ke dapur MBG agar daging tetap segar.

Ketika tim spektroom mengajukan pertanyaan terhadap peluang tenaga kerja di rumah usaha Al-Fadh, Eka Suriyatin sembari menghela nafas agak panjang menjawab bahwa dirinya tidak atau belum bisa merekrut tenaga kerja tambahan.
“ Alhamdulillah saya masih diberi amanah oleh Allah untuk bisa berpartisipasi menyukseskan program Bapak Presiden karena saya tahu program MBG sangat mulia. Namun saya sedih karena belum bisa mengajak bekerja warga dilingkungan saya tinggal yang masih banyak membutuhkan pekerjaan. Mohon maaf ya sedulurku semua, Dapur MBG membeli bahan dasar olahan daging Ikan lele dengan harga dibawah pasar. Maka dengan rasa berat hati saya belum bisa mengajak bekerja bersama-sama di Al-Fadh.”
Lebih jauh Eka merinci pendapatan dari hasil kerjasama dengan dapur MBG dan menyebabkan ia harus menyikapinya dengan langkah efisien.
“Margin pendapatan kami dari kerjasama ini mepet banget sama modal. Itu sebabnya saya juga turun sebagai driver didampingi si ragil saya saat mendistribusikan fillet ke dapur MBG. Saya tetap semangat melayani, demi anak-anak mendapatkan protein tinggi dan asam lemak omega dari lele, sekali lagi saya tetap semangat mendukung walau saya juga harus efisien.” Demikian Pungkas Eka Supriyatin.
Harianto – spektroom.co.id / Publis: 29/1/2026 -