Lansia Kloter 6 BDJ Tuntaskan Umrah Wajib dengan Kursi Roda, Kebersamaan Jadi Kunci Pelayanan

Lansia Kloter 6 BDJ Tuntaskan Umrah Wajib dengan Kursi Roda, Kebersamaan Jadi Kunci Pelayanan
Jemaah haji kloter 6 BDJ bersiap melaksanakan Umrah Wajib, jemaah lansia menggunakan kursi roda. (Foto: Polin/istimewa)

Mekkah-Spektroom: Sebanyak 360 jemaah termasuk 35 jemaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas dari Kloter 6 BDJ asal Kalimantan Tengah berhasil menuntaskan rangkaian umrah wajib di Kota Mekkah, Kamis dini hari (14/5/2026) waktu Arab Saudi. Pelaksanaan ibadah dilakukan secara khusus dengan pendampingan intensif petugas kloter dan tim sektor demi memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Kloter 6 BDJ terdiri dari jemaah asal Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Timur, Lamandau, Pulang Pisau, dan Kapuas. Ketua Kloter H. Khaerul Abidin bersama Pembimbing Ibadah Siti Habibah langsung mengawal proses umrah wajib, terutama bagi jemaah lansia dan disabilitas yang menggunakan kursi roda.

Pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah lansia dijadwalkan terpisah dari jemaah reguler yang sehat. Pengaturan tersebut dilakukan oleh pihak Sektor 10 Mekkah melalui Tim Bimbingan Ibadah Sektor untuk menghindari kepadatan sekaligus memberi ruang pelayanan yang lebih optimal.

Petugas saat melayani jemaah lansia. (Foto: Polin/istimewa)

Rombongan lansia mulai bergerak pukul 22.00 WAS dari Hotel Al Hidayah Tower 5 menuju Terminal Jabal Ka’bah. Dari lokasi tersebut, jemaah didorong menggunakan jasa kursi roda untuk melaksanakan thawaf dan sa’i di Masjidil Haram.

Usai menyelesaikan thawaf dan sa’i, prosesi tahalul dilakukan langsung oleh Ketua Kloter H. Khaerul Abidin untuk jemaah laki-laki, sedangkan jemaah perempuan ditahalul oleh Pembimbing Ibadah Siti Habibah. Seluruh rangkaian umrah wajib selesai sekitar pukul 02.00 WAS dan jemaah kembali ke hotel dalam kondisi aman.

Kamis, (14/05/2026) Ketua Kloter 6 BDJ H. Khaerul Abidin menjawab konfirmasi Spektroom apa yang harus diperhatikan jamaahnya. Ia mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.

“Yang perlu diperhatikan oleh jemaah, wajib menjaga stamina tubuh karena puncak Armuzna belum dilaksanakan. Jemaah dihimbau melakukan ibadah cukup di mushola hotel,” pesannya.

Khaerul juga meminta jemaah menjaga pola makan dan memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi di tengah cuaca panas Mekkah.

“Jika keluar hotel wajib menggunakan masker, payung, serta wajib dilengkapi dengan Kartu Nusuk dan identitas jemaah,” tambahnya.

Ketua Kloter 6 BDJ H Khaerul Abidin dan tim di lokasi. (Foto: Polin/istimewa)

Menurut Khaerul Abidin, pelayanan terhadap jemaah lansia berjalan baik berkat kerja sama seluruh unsur petugas kloter, terutama kekompakan Ketua Regu dan Ketua Rombongan dalam mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.

“Kekompakan Ketua Regu dan Ketua Rombongan adalah kunci kebersamaan dalam pelayanan jemaah,” pungkasnya. (Polin-K.A)

Berita terkait

Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan

Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mendorong peran strategis para pendamping desa berdaya transformatif untuk mengoptimalisasi berbagai sumber daya manusia dan potensi lokal ekonomi desa dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di NTB. Pembangunan desa sebagai fondasi utama mewujudkan NTB yang maju, kuat, dan berkualitas. Sinergi antara pemerintah

Marsam Putrangga, Julianto
ссс