Melalui  SIAL Interfood 2026 Indonesia Diharapkan Menjadi  Pasar Industri Pangan Terbesar Dunia

Melalui  SIAL Interfood 2026 Indonesia Diharapkan Menjadi  Pasar Industri Pangan Terbesar Dunia
Saat konferensi pers di Jakarta ( sial interfood)


Jakarta - Spektroom :  Indonesia diharapkan menjadi pasar industri pangan terbesar dunia, sekaligus pusat pertumbuhan industri pangan di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan CEO Food and Beverage Division Comexposium, Rodolphe Lemesye, dalam.konferensi pers secara daring dari paris ,Rabu (13/5/2026). Konferensi pers penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 digelar di Jakarta dengan menghadirkan sejumlah perwakilan dari jaringan SIAL global dan pelaku industri nasional.

Rudolphe menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai industri makanan dan minuman internasional. Menurutnya, perkembangan konsumsi domestik, pertumbuhan kelas menengah, hingga potensi ekspor pangan menjadikan Indonesia sebagai pasar prioritas dalam jaringan SIAL.
Indonesia bukan hanya pasar domestik yang besar, tetapi juga gerbang utama industri makanan dan minuman di kawasan Asia Tenggara,” ujar Rodolphe

Rodolphe menjelaskan, SIAL selama lebih dari enam dekade telah berkembang menjadi salah satu acuan industri pangan global yang mempertemukan produsen, distributor, importir, eksportir, hingga penyedia teknologi pengolahan makanan dari berbagai negara.

Ia juga menyoroti perubahan besar yang sedang terjadi di industri pangan dunia. Menurutnya, konsumen kini semakin menuntut produk makanan yang sehat, aman, berkelanjutan, inovatif, dan memiliki keterlacakan yang jelas dalam proses produksinya.
“Industri makanan saat ini membutuhkan platform bisnis yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan mitra yang tepat serta membuka akses pasar internasional,” kata Rodolf.

Sementara itu, Sales Director SIAL Network Asia Pacific, Henry Tan, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pusat perhatian industri pangan global karena kekuatan sektor konsumsi dan keberagaman produk lokal yang dimiliki.

“Indonesia memiliki kekuatan luar biasa mulai dari kopi, kakao, rempah-rempah, produk halal, hingga berbagai bahan pangan lokal yang sangat potensial untuk pasar dunia,” ujar Henry

Menurut Henry, SIAL Interfood tidak hanya berfungsi sebagai pameran dagang, tetapi juga menjadi jembatan perdagangan yang menghubungkan pelaku industri Indonesia dengan pasar internasional melalui jaringan SIAL di berbagai negara.

Ia menambahkan, konsep business-to-business yang diterapkan dalam penyelenggaraan SIAL Interfood menjadi salah satu fokus utama agar para pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan buyer potensial, distributor, hingga investor dari berbagai kawasan dunia. “Kami ingin menciptakan hasil bisnis yang nyata bagi para exhibitor melalui business matching, pertemuan dagang, dan konektivitas global,” katanya.

Di sisi lain, CEO Seventh Event, Andi Wismarsia, menjelaskan bahwa penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 akan difokuskan pada sektor-sektor pangan yang saat ini berkembang pesat di Indonesia, seperti frozen food, kopi dan teh, teknologi pengolahan makanan, serta inovasi produk makanan dan minuman.

Selain menghadirkan produk dan teknologi pangan, penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 juga akan diramaikan dengan sejumlah program pendukung seperti kompetisi memasak internasional, barista championship, seminar industri pangan, hingga forum diskusi mengenai peluang ekspor makanan dan minuman Indonesia.

Andi berharap ajang tersebut dapat memperkuat daya saing industri pangan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha lokal dengan pasar internasional. Menurutnya, perkembangan industri makanan Indonesia membutuhkan ruang pertemuan bisnis yang mampu memperluas akses perdagangan sekaligus mendorong inovasi produk pangan.

SIAL Interfood 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan peserta dari puluhan negara di kawasan Asia Pasifik, Eropa, hingga Timur Tengah.

Berita terkait

Antisipasi Karhutla: Wali Kota Jayapura Himbau Warganya Tingkatkan Kewaspadaan

Antisipasi Karhutla: Wali Kota Jayapura Himbau Warganya Tingkatkan Kewaspadaan

Jayapura-Spektroom : Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang dan cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Jayapura dapat menimbulkan resiko kebakaran, baik dikawasan hutan maupun lingkungan pemukiman. Menurutnya, iklim kemarau panjang hampir terjadi di seluruh pelosok dunia,termasuk di

Anthonius Teniwut, Julianto
Upacara Bendera Kodim 1425/ Jeneponto, Kasdim Titipkan Pesan Penting untuk Prajurit

Upacara Bendera Kodim 1425/ Jeneponto, Kasdim Titipkan Pesan Penting untuk Prajurit

Jeneponto-Spektroom : Upacara bendera rutin hari Senin menjadi bagian dari pembinaan personel Kodim 1425/Jeneponto dalam menjaga disiplin, kesiapan, dan kualitas pengabdian. Kegiatan yang dipimpin Kasdim 1425/Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja tersebut berlangsung di Halaman Makodim, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin, (24/8/2026)

Yahya Patta, Rafles
Pegiat Anti Korupsi Djusman AR Soroti Maraknya Korupsi di Kampus, Tekankan Pentingnya Keteladanan

Pegiat Anti Korupsi Djusman AR Soroti Maraknya Korupsi di Kampus, Tekankan Pentingnya Keteladanan

Makassar-Spektroom : Maraknya kasus korupsi yang menyeret sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Indonesia mendapat perhatian serius dari Pegiat Anti Korupsi, Djusman AR. Beberapa kasus yang menjadi sorotan antara lain Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Rektor dan sejumlah pihak terjaring OTT KPK terkait dugaan korupsi dan pemerasan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Juga,

Yahya Patta, Rafles
ссс