Palangka Raya Targetkan Pertahankan Juara Umum FBIM 2026, Turunkan 156 Kontingen Budaya

Palangka Raya Targetkan Pertahankan Juara Umum FBIM 2026, Turunkan 156 Kontingen Budaya
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya sekaligus Ketua Kontingen, Arbert Tombak saat menyampaikan arahan. (Foto: MC PRaya)

Palangka Raya-Spektroom: Ambisi untuk mempertahankan gelar juara umum Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) kembali ditegaskan Pemerintah Kota Palangka Raya. Sebanyak 156 peserta resmi disiapkan untuk mengikuti ajang budaya tahunan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tersebut pada 17–23 Mei 2026.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya sekaligus Ketua Kontingen, Arbert Tombak menegaskan seluruh peserta telah siap tampil membawa nama daerah pada FBIM 2026.

Menurutnya, keikutsertaan Kota Palangka Raya bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi seni budaya lokal dan memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

“Keikutsertaan kontingen Kota Palangka Raya ini bertujuan selain untuk melestarikan seni budaya dan olahraga tradisional, juga untuk mempertahankan juara umum yang berhasil diraih pada tahun 2025,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dirinya juga mengapresiasi dukungan para seniman, budayawan, ofisial, hingga tim pendamping yang turut mempersiapkan kontingen secara maksimal menghadapi FBIM tahun ini.

Kontingen Kota Palangka Raya berkekuatan 8 ofisial, 14 koordinator, 29 pendamping, dan 105 peserta lomba yang akan tampil pada 12 cabang perlombaan dan pertunjukan budaya.

Berbagai cabang yang diikuti antara lain sepak sawut, Balogo, Habayang, besei kambei, Manyipet, Mangaruhi, Manjawet Uwei, kuliner tradisional Kenta, pemilihan Jagau Nyai Kalimantan Tengah, karnaval budaya, parade tradisi lisan, hingga parade tari daerah.

Pelaksanaan FBIM 2026 sendiri akan dipusatkan di sejumlah titik di Kota Palangka Raya, di antaranya Stadion Tuah Pahoe, GOR Indoor Serbaguna, kawasan Jembatan Kahayan, Bundaran Talawang, hingga halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah.

FBIM bukan sekadar agenda tahunan seremonial, tetapi menjadi ruang penting memperlihatkan kekuatan identitas budaya Dayak dan kearifan lokal Kalimantan Tengah kepada publik yang lebih luas. Bagi Kota Palangka Raya, mempertahankan prestasi tahun lalu sekaligus menjaga warisan budaya tetap hidup menjadi taruhan utama di panggung budaya terbesar di Bumi Tambun Bungai. (Polin-Gusti/ndik)

Berita terkait

Polresta Pati Ungkap kasus Curanmor dan Kembalikan Barang Bukti ke Pemilik

Polresta Pati Ungkap kasus Curanmor dan Kembalikan Barang Bukti ke Pemilik

Pati - Spektroom: Jajaran Satreskrim Polresta Pati berhasil mengungkap kasus curanmor beserta mengamankan barang bukti hasil kejahatan. Korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Pati akhirnya kembali mendapatkan sepeda motor mereka setelah pelaku berhasil ditangkap polisi. Dua korban, Azizah warga Kabupaten Jepara dan Feri warga Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mengambil

Sigit Budi Riyanto, Anggoro AP