Lansia Tertua 95 Tahun Ikut Umrah Wajib, Kloter BDJ 07 Pastikan Seluruh Jemaah dalam Kondisi Sehat
Mekkah-Spektroom: Ketua Kloter BDJ 07, H. Muhammad Anshar memastikan seluruh jemaah haji, termasuk kategori lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti), dalam kondisi baik usai melaksanakan umrah wajib di Tanah Suci.
Kepastian tersebut disampaikan pada Kamis malam (14/5/2026) setelah seluruh rangkaian pendampingan ibadah dan pemantauan kesehatan dilakukan oleh petugas kloter bersama pembimbing ibadah H. Aspahani serta dokter kloter dr. Wenny Aristha Y.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur jamaah lansia dan disabilitas dapat melaksanakan umrah wajib dengan baik. Selanjutnya saya harapkan agar tetap menjaga kesehatan sampai musim puncak haji dan kembali ke tanah air serta memperoleh haji yang mabrur,” ujar H. Muhammad Anshar.
Kloter BDJ 07 terdiri dari 357 jemaah asal Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Sukamara, Barito Utara, dan Barito Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 jemaah masuk kategori lansia dan risiko tinggi yang seluruhnya berhasil menyelesaikan ibadah umrah wajib dengan pendampingan intensif petugas kloter pada Rabu waktu Mekkah.

Salah satu jemaah yang menjadi perhatian khusus adalah Siti Mastura Irum yang berusia 95 tahun. Ia tercatat sebagai jemaah tertua di Kloter BDJ 07 sekaligus tertua dari Kalimantan Tengah pada musim haji tahun ini. Meski berusia lanjut, kondisi kesehatannya dilaporkan stabil selama pelaksanaan ibadah.
Usai pelaksanaan umrah wajib, Ketua Kloter bersama petugas lainnya juga memberikan bimbingan dan pengarahan kepada seluruh jemaah di Hotel Al Hidayah Aziziah, Mekkah. Dalam arahannya, jemaah diminta mulai mempersiapkan kondisi fisik menjelang tahapan ibadah berikutnya, terutama fase Armuzna yang memerlukan stamina prima dan kesiapan kesehatan.

Petugas kloter terus mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi cairan, serta memaksimalkan waktu istirahat di tengah cuaca panas ekstrem di Mekkah. Jemaah juga diimbau mengurangi aktivitas di luar hotel guna menjaga kebugaran menjelang puncak ibadah haji.
Langkah antisipatif tersebut dilakukan agar seluruh jemaah, khususnya lansia dan risiko tinggi, dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman, lancar, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. (Polin-MA)