Cornelis Tegaskan Literasi Dayak Jadi Instrumen Diplomasi Budaya Global

Cornelis Tegaskan Literasi Dayak Jadi Instrumen Diplomasi Budaya Global
Cornelis anggota DPR RI yg juga mantan Gubernur Kalbar 2 Periode sebagai tokoh central Dayak menjadi Pembicara dalam Kongres Internasional I Literasi Dayak dan 1 st Dayak book Fair 2026 di Sekadau Kalbar. Foto: Dok Panpel Kongres.

Sekadau- Spektroom : Cornelis kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat eksistensi budaya Dayak di tingkat internasional melalui agenda “Kongres Internasional I Literasi Dayak dan The 1st Dayak Book Fair 2026” yang digelar di Sekadau Jum'at - Sabtu (,15–16 /5/2026).

Forum internasional tersebut mempertemukan akademisi, penulis, tokoh adat, peneliti, hingga pegiat budaya dari berbagai daerah dan sejumlah negara dalam satu ruang dialog yang membahas literasi, identitas budaya, serta masa depan masyarakat Dayak di tengah perkembangan zaman modern.

Dalam agenda itu, Cornelis dijadwalkan menjadi pembicara pada Panel 1 bertema “Literasi Dayak dalam Konteks Regional dan Identitas Budaya”. Ia akan berdiskusi bersama sejumlah akademisi dan tokoh lainnya, di antaranya Agus Pakpahan dan Petrus Guanong.

Bagi Cornelis, literasi Dayak tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas, pengetahuan lokal, serta warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.

Menurutnya, masyarakat Dayak memiliki kekayaan tradisi dan nilai budaya yang harus terus didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui jalur pendidikan serta penguatan literasi berbasis budaya lokal.

Selama ini, Cornelis dikenal konsisten mendorong berbagai agenda kebudayaan Dayak di tingkat nasional maupun internasional. Selain melalui jalur politik, ia juga aktif mendukung penguatan pendidikan, pelestarian adat, dan pengembangan literasi masyarakat adat sebagai fondasi pembangunan berbasis kearifan lokal.

Kehadiran Cornelis dalam forum tersebut dinilai penting karena sosoknya dianggap memiliki pengaruh besar dalam perjuangan penguatan identitas budaya Dayak di Indonesia.

Tak hanya menghadirkan forum diskusi ilmiah dan budaya, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan “The 1st Dayak Book Fair 2026”, yang menjadi pameran buku Dayak pertama di Kalimantan Barat.

Pameran tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat, memperluas dokumentasi pengetahuan lokal, serta membuka jejaring literasi masyarakat adat hingga ke tingkat global.

Sekadau sebagai lokasi pelaksanaan forum dinilai memiliki nilai historis dan simbolik dalam perkembangan budaya Dayak di Kalimantan Barat. Penyelenggaraan kongres internasional ini juga diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui kearifan lokal masyarakat adat Dayak.

Melalui forum tersebut, masyarakat Dayak ingin menunjukkan bahwa budaya lokal tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki kontribusi besar terhadap keberagaman budaya dan pembangunan peradaban dunia.

Berita terkait

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto meninjau kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak-Kampung Sipirok, Senin (14/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta mematangkan perencanaan teknis kedua program pembangunan tersebut. Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Rafles
Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Ambon-Spektroom : Aktivitas Galian C di Desa Poka, Kota Ambon, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. Ia meminta DPRD dan Pemerintah Kota Ambon tidak sekadar membicarakan persoalan tersebut, tetapi segera memastikan dampaknya terhadap lingkungan melalui kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bodewin menyampaikan hal itu usai Rapat Paripurna ke-5

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс