Lapak Kecil, Harapan Besar di Ruang Terbuka Kota Pontianak

Lapak Kecil

Lapak Kecil, Harapan Besar di Ruang Terbuka Kota Pontianak
Selfy pedagang Aksesori di lapak UMKM jalan Sutoyo Pontianak. Foto : Apolo/Spektroom

Spektroom - Pagi baru saja merekah di kawasan ruang terbuka umum Jalan Sutoyo, Kota Pontianak. Matahari belum sepenuhnya meninggi ketika satu per satu lapak UMKM mulai dibuka.

Di antara ratusan pedagang yang menggelar dagangan, Selfy tampak sibuk menata aneka aksesori dari ikat rambut, gantungan kunci, hingga pernak-pernik fesyen yang menarik perhatian pengunjung.

Pernak pernik dagangan Selfy : Foto: Apolo/Spektroom

Selfy adalah salah seorang pedagang yang memanfaatkan lapak UMKM yang disediakan Pemerintah Kota Pontianak. Setiap Minggu pagi, sejak pukul 07.00 WIB, ia membuka lapak kecilnya. Dalam beberapa jam saja, sebelum keramaian mulai surut menjelang siang, dagangannya kerap habis diserbu pembeli.

“Alhamdulillah, peminatnya cukup banyak. Kalau ramai, penghasilan kotor bisa Rp500 ribu - Rp1 juta,” ujar Selfy kepada Spektroom sambil melayani pembeli, Minggu (11/1/2026).

Biaya yang harus dikeluarkan untuk menempati lapak, tergolong sangat ringan. Ia hanya dikenakan jasa kebersihan sebesar Rp2.100, tanpa pungutan biaya lain. Bagi pedagang kecil seperti dirinya, kebijakan ini sangat membantu menjaga keberlangsungan usaha.

Soal permodalan, Selfy mengaku masih mengandalkan modal sendiri. Sesekali, ia juga menerima barang titipan dari rekan sesama pedagang. Meski demikian, ia belum pernah memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan, BUMN, maupun BUMD. “Terus terang saya tidak mengerti caranya. Tidak tahu harus mulai dari mana,” katanya polos.

Menurut Selfy, jika akses permodalan lebih mudah dipahami, tentu sangat membantu pengembangan usaha pelaku UMKM.

Lapak UMKM di kawasan ruang Jalan Sutoyo, Kota Pontianak ini, menjadi magnet ekonomi rakyat, setiap Minggu, lokasi itu berubah menjadi pasar rakyat yang hidup.

Aneka kuliner khas Pontianak mendominasi lapak-lapak yang ada, berdampingan dengan pedagang tanaman hias, sayuran, sembako, hingga buah-buahan lokal seperti langsat, pisang, durian, pepaya, dan jeruk.

Tak hanya memberi ruang bagi pelaku UMKM, kawasan ini juga membuka peluang rezeki lain. Dari pantauan Spektroom, deretan kendaraan memenuhi pinggiran jalan di sepanjang Jalan Sutoyo hingga Jalan Sumatra.

Deretan parkir kendaraan

Ruang-ruang kosong dimanfaatkan sebagai area parkir, menjadi sumber penghasilan tambahan bagi pengelola parkiran dadakan.

Lapak UMKM Jalan Sutoyo bukan sekadar tempat berjualan. Ia menjelma ruang bertemunya harapan, usaha kecil, dan denyut ekonomi rakyat yang tumbuh sederhana, namun nyata menghidupi banyak warga Pontianak.

Berita terkait