Lapas Kelas IIB Batang Lakukan Penyuluhan Cegah Risiko Penularan Hantavirus

Lapas Kelas IIB Batang Lakukan Penyuluhan Cegah Risiko Penularan Hantavirus
Penyuluhan penanggulangan Hantavirus di lingkungan hunian Lapas oleh Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kab. Batang, Khairunnisa. (Foto:Sigit)

Batang_Spektroom: Demi menjaga kondisi kesehatan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang lakukan langkah preventif dan deteksi dini.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Penyuluhan Penyakit Hantavirus dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kegiatan strategis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait kewaspadaan terhadap risiko penularan Hantavirus.

Dalam pelaksanaannya, Klinik Pratama Lapas Batang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dan Puskesmas Batang 3, yang menerjunkan masing-masing 9 orang petugas medis.

Kegiatan didampingi langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, serta Tim Medis Lapas dengan menyasar 100 warga binaan.

Acara diawali dengan penyuluhan penanggulangan Hantavirus dan penerapan PHBS di lingkungan hunian yang disampaikan oleh Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kab. Batang, Khairunnisa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (CKG). Pemeriksaan meliputi skrining TB-HIV, pemeriksaan tekanan darah, cek laboratorium (Gula Darah Sewaktu/GDS, asam urat, kolesterol), cek dahak, hingga sesi konsultasi langsung dengan dokter.

Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, menegaskan, pemenuhan hak kesehatan warga binaan merupakan prioritas utama dalam mendukung keberhasilan program pembinaan.

Kegiatan ini adalah langkah konkret deteksi dini dan tindakan preventif untuk memutus mata rantai potensi penyakit menular maupun tidak menular di dalam blok hunian.

"Bersama Dinkes Batang, kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak pelayanan medis yang adil, merata, dan berkualitas. Mereka diperiksa langsung oleh tenaga kesehatan yang kami hadirkan, untuk memastikan kondisi tubuhnya prima di kamar hunian," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 22 Mei 2026.

Dari hasil pemeriksaan intensif terhadap 100 warga binaan, tim medis mencatat seluruhnya menunjukkan hasil non-reaktif untuk HIV.

Kendati demikian, ditemukan beberapa kasus kesehatan ringan seperti tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, GDS tinggi, dan kolesterol tinggi.

Pihak Lapas memastikan seluruh hasil temuan klinis tersebut akan segera ditindaklanjuti secara berkala.

Hal itu dilakukan melalui penanganan medis dan pemantauan obat oleh tim Klinik Pratama Lapas Batang.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Batang, Khairunnisa menerangkan, tujuan sosialisasi tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran hantavirus dengan membangun kewaspadaan masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan.

"Kami mendorong tindakan pencegahan secara mandiri seperti meningkatkan pengetahuan, penerapan hidup sehat dan menjaga kebersihan, serta menekan populasi tikus di lingkungan Lapas," ucapnya

Berita terkait