Layanan Air Minum dan Sanitasi Untuk Pengungsi di Reok NTT Terus Dipantau

Layanan Air Minum dan Sanitasi Untuk Pengungsi di Reok NTT Terus Dipantau
Tangki air minum ditempat pengungsian di Reok ( birkom pu)

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 masyarakat terdampak gempa bumi yang saat ini mengungsi di dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 “Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Sarana yang ada kami optimalkan dan peralatan tambahan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta,Sabtu ( 22/8/2026).

Penyediaan sanitasi toilet portable ( birkom pu)

Dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok terdiri atas Posko Golo Conggo dengan 1.111 jiwa pengungsi dan Posko Barangkolong dengan 1.512 jiwa. Dengan jumlah tersebut, pelayanan air minum dan sanitasi perlu terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian.

Sejak pasca gempa 15 Agustus 2025,  pelayanan air minum di kedua posko didukung melalui unit pengolahan air (HU) dari Pertamina dan Brimob. Sebanyak lima unit HU berkapasitas masing-masing 1.000 liter telah tersedia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air minum pengungsi.

Tenda tenda pengungsian di Reok ( birkom pu)

Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga unit mobil tangki air (MTA) milik PDAM Komodo dengan sumber air dari SPAM IKK Reok yang merupakan sistem eksisting. Kementerian PU terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan distribusi air dapat berlangsung sesuai kebutuhan di kedua posko.

Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Kementerian PU saat ini memobilisasi tambahan sarana dari Lombok menuju Reok. Peralatan yang disiapkan terdiri atas 4 unit MTA, 1 unit mobil vakum dan 1 dump truck.

Selain itu, Kementerian PU menyiapkan 5 set HU, 2 unit portable MCK dan 1 unit Biority untuk memperkuat pelayanan air minum dan sanitasi di lokasi pengungsian.

Saat ini dalam proses pengiriman dari Lombok, NTB dan diperkirakan tiba di Reok pada Minggu malam (23/8/2026). Setelah tiba, peralatan akan segera dimobilisasi dan ditempatkan sesuai kebutuhan di 2 posko pengungsian dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Untuk fasilitas sanitasi, masyarakat saat ini menggunakan MCK darurat dan MCK milik warga sekitar. Penambahan portable MCK dan mobil vakum Kementerian PU diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sanitasi sekaligus mendukung pengelolaan limbah di kawasan pengungsian.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari respons Kementerian PU dalam penanganan dampak gempa bumi di NTT. Selain mengoptimalkan sarana yang telah tersedia di lapangan, Kementerian PU melakukan mobilisasi peralatan dari wilayah terdekat agar kebutuhan pelayanan dasar masyarakat dapat segera diperkuat.

Berita terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspada Angin Kencang Masih Terjadi Pada Sejumlah Wilayah Maluku Utara

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspada Angin Kencang Masih Terjadi Pada Sejumlah Wilayah Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini berlaku untuk periode 14 - 20 September 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Muhamad Dzikri

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Belajar AI, Bukan Bukan Bisa Pakai tapi Paham

Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Belajar AI, Bukan Bukan Bisa Pakai tapi Paham

Purwokerto-Spektroom : Bagi sebagian pelajar, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian. Mulai dari mencari ide tugas, membuat rangkuman, hingga membantu menghasilkan konten. Namun, memakai AI ternyata tidak cukup. Pelajar juga perlu tahu cara menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab. Hal itu yang dikenalkan Polresta Banyumas

Bian Pamungkas