Layanan Kesehatan Holistik Di Solo Diharapkan Wakil Walikota Dekat Dengan Masyarakat.

Layanan Kesehatan Holistik Di Solo Diharapkan Wakil Walikota Dekat Dengan Masyarakat.
Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani Meninjau Kegiatan Dialog Dan Layanan Kesehatan Holistik Di Semanggi ( Kamis 04/12/2025, Dan )

Spektroom - Dialog dan Koordinasi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat bertema “Kesehatan Holistik Masyarakat Surakarta: Memadukan Pendekatan Fisik dan Mental untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik” yang berlangsung di Semanggi, Pasar Kliwon, ( Kamis 04/12/2025 ) mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani.

Bahkan kegiatan yang diinisiasi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta, Muhammad Bilal, yang menghadirkan layanan kesehatan terpadu, mulai dari pemeriksaan fisik enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu Plus, hingga layanan psikologi diharapkan dapat dekat dengan masyarakat.

Saat melihat langsung kegiatan, Astrid menyampaikan masyarakat memiliki hak untuk memperoleh layanan kesehatan yang menyeluruh, mencakup aspek fisik dan mental.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pagi ini karena Posyandu Plus kini bisa lebih dekat dengan masyarakat dengan pelayanan lengkap, termasuk psikoedukasi. Masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehatan holistik, tidak hanya pemeriksaan fisik tetapi juga mental,” ungkap Astrid

Pemerintah Kota Surakarta akan memastikan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah dengan melibatkan RW hingga kelurahan serta dukungan legislatif dalam memantau jalannya program kesehatan kota.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Muhammad Bilal, menyatakan pelayanan kesehatan gratis ini menjadi pilot project yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan jasmani, tetapi juga menghadirkan tiga praktisi psikologi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta sebab pendekatan mental diperlukan sebagai bagian dari penanganan kesehatan secara menyeluruh.

“Penyakit itu kadang bukan hanya jasmani, tetapi juga rohani. Karena itu, kami hadirkan layanan psikolog. Harapannya pendekatan ini mampu mengurangi konsumsi obat-obatan kimia ke depan,” kata Bilal menjelaskan.

Menurut rencana kegiatan serupa akan diperluas ke lima kecamatan di Surakarta dimana layanan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa pengecualian, termasuk lansia, balita, dan kelompok rentan lainnya.

“Ini program yang kita sediakan untuk semua, tidak boleh pilah-pilih. Silakan hadir, semua masyarakat berhak menerima layanan ini,” katanya menegaskan.
(Dan)