Layanan Konsumsi Haji 2026, Berbasis Digital, Ragam Menu Nusantara, 15 Kali Makan saat Armuzna
Jakarta - Spektroom : Pada tahun ini pengelolaan data konsumsi jemaah haji mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan.
Kehadiran teknologi ini menjadi sangat vital mengingat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mengelola distribusi dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang dihuni 527 kloter jemaah di Makkah.
"Hingga saat ini, sistem mencatat lebih dari 1.193.534 boks makanan telah sukses didistribusikan ke tangan jemaah tanpa kendala berarti." kata Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi Indri Hapsari di sela-sela kunjungannya ke salah satu dapur katering di Makkah, Selasa (12/5/2026)
Selain itu, memperhatikan keseimbangan gizi dan penyesuaian cita rasa khas Nusantara.
"Variasi lauk-pauk diperkaya agar jemaah tidak mudah merasa jenuh dan tetap memiliki selera makan yang tinggi".ujarnya
Menurutnya, tambahan nutrisi pelengkap di luar makanan utama harian secara rutin juga diberikan kepada jemaah yakni susu, buah-buahan segar, dan air mineral.
Pada puncak haji, Indri memaparkan bahwa jamaah akan langsung disambut dengan air minum selamat datang sebanyak tiga botol saat tiba di Arafah.
"Selama fase kritis pada 8 hingga 9 Dzulhijjah, konsumsi disajikan paling banyak lima kali makan. Jamaah calon haji juga dibekali paket konsumsi lengkap sebelum diberangkatkan menuju Muzdalifah" jelas Indri
Sementara itu, untuk fase di Mina yang berlangsung sejak tanggal 10 hingga pagi hari pada 13 Dzulhijjah, jamaah calon haji akan mendapatkan layanan konsumsi tepat waktu dengan kuantitas paling banyak 10 kali makan.