Lengkapi Gerai CERDAS PeKA Di UNS, Bentengi Mahasiswa Dari Scam
Solo - Spektroom : Bentengi Mahasiswa dari Scam , Bank Indonesia bersama Universitas Sebelas Maret Surakarta meluncurkan Gerai Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia Peduli, Kenali, Adukan atau CERDAS PeKA , ( Jumat 10/04/2026 ) di lokasi sekolah Vokasi UNS Panggung Jebres.
Program merupakan bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK) Tahun 2026 yang bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan digital di lingkungan akademisi dengan penyediaan booth fisik, sehingga mahasiswa dapat mengakses informasi terkini mengenai modus penipuan hingga sarana pengaduan secara langsung.
Saat meresmikan, dalam sambutannya Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI, Anton Daryono, menyatakan pesatnya digitalisasi di Indonesia memerlukan kesiapan dari sisi keamanan pengguna.
Pelaku kejahatan sering memanfaatkan kondisi psikologis calon korban dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat sehingga Kampus dipilih sebagai titik penguatan karena mahasiswa dianggap memiliki keterampilan digital tinggi namun tetap memerlukan pemahaman risiko yang mendalam.
"Kita harus lebih mengerti lagi, kalau ada masalah tahu ke mana harus melaporkan dan mencari solusinya. Kami membawa tagline TAGAS; kalau ragu stop dulu, kalau paham bagikan, agar perlindungan konsumen ini menjadi budaya bersama," tegas Anton Daryono
Gerai Cerdas PeKA mengusung tiga pilar utama, informasi isu aktual mengenai penipuan digital, akses kanal informasi pengaduan, serta ruang partisipasi bagi mahasiswa.
Melalui skema ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga bertransformasi menjadi duta transaksi aman bagi lingkungan keluarga dan komunitasnya. Kehadiran gerai ini menjadi bukti kolaborasi antara bank sentral dengan asosiasi industri sistem pembayaran dan teknologi finansial.
Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Hartono, menyambut baik inisiatif ini mengingat adanya kesenjangan antara akses layanan keuangan dan tingkat literasi masyarakat.
Berdasarkan data nasional, peningkatan penggunaan layanan keuangan digital belum diiringi dengan pemahaman risiko yang memadai, sehingga angka laporan penipuan masih tergolong tinggi diperlukan kesiapan masyarakat dalam mengenali berbagai modus kejahatan finansial yang terus berkembang.
"Mahasiswa nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen literasi yang mendorong inklusi keuangan sehat serta menekan maraknya praktik penipuan. Keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh kecerdasan penggunanya," kata Prof. Hartono.
Dalam peresmian juga dihadiri perwakilan dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan penyedia layanan pembayaran digital lainnya.
Gerai CERDAS PeKA dirancang sebagai platform edukasi hybrid (offline dan online) yang memungkinkan mahasiswa mengakses materi pelindungan konsumen, mengikuti kampanye digital, hingga berpartisipasi dalam berbagai aktivitas seperti seminar terkait keamanan transaksi digital, social media challenge untuk menyebarkan edukasi, kompetisi inovasi terkait pelindungan konsumen hingga diskusi interaktif bersama industri. (Dan)