Lestarikan Teknik Asli, Pengprov Perisai Diri Jateng Gelar Penataran Wasit Juri

Lestarikan Teknik Asli, Pengprov Perisai Diri Jateng Gelar Penataran Wasit Juri
Penataran Wasit Juri versi Perisai Diri Pengurus Provinsi Kelatnas Indonesia Perisai Diri Jawa Tengah. (Foto: Y Eko P)

Demai–Spektroom : Pengurus Provinsi (Pengprov) Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (Kelatnas Indonesia Perisai Diri) Jawa Tengah menggelar Penataran Wasit Juri Versi Perisai Diri Tingkat Provinsi.

Kegiatan yang berpusat di Gedung COE (Center of Excellence) SMK Kyai Ageng Giri kompleks Pesantren Girikesumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah berlangsung pada Minggu (28/6/2026) diikuti para pelatih dari berbagai cabang serta ranting di Jawa Tengah. Kelatnas Indonesia Perisai Diri merupakan salah satu dari 10 Perguruan Historis Pencak Silat yang memiliki andil besar dalam mendirikan dan membesarkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Perguruan silat yang didirikan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo (Pak Dirdjo) ini resmi menjadi anggota IPSI di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Metode latihan Perisai Diri berfokus pada teknik serang-hindar yang praktis, efektif, dan efisien. Aliran ini mengombinasikan kelincahan tangan kosong serta penggunaan senjata tradisional. Guna menjaga dan melestarikan teknik asli tersebut, penataran wasit juri ini krusial untuk dilaksanakan. Ketua Komisi Teknik Pengurus Pusat Perisai Diri, Prima Nuryanto, mengemukakan bahwa sebagai salah satu perguruan silat historis, para pelatih harus benar-benar menguasai teknik baku silat Perisai Diri. Salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Pengprov adalah melalui penyelenggaraan penataran ini. Menurut Prima Nuryanto, seorang wasit juri tidak sekadar menilai atlet di arena kompetisi. Mereka juga harus mampu memberikan pemahaman secara benar terhadap nilai-nilai baku berdasarkan pedoman teknik dari jurus silat yang menjadi ciri khas Perisai Diri. "Diharapkan hasil dari penataran wasit juri ini bisa langsung diterapkan di tingkat cabang, ranting, maupun unit pelatihan," ujar Prima Nuryanto. Ia menambahkan, tugas penting pelatih adalah memadukan teknik Perisai Diri dengan teknik IPSI. Setiap pelatih harus optimistis dan yakin bahwa teknik silat Perisai Diri mampu membentuk atlet tangguh. Dengan demikian, para atlet dapat menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan, baik kompetisi versi IPSI maupun versi internal Perisai Diri.

Berita terkait

Ketersediaan Air Bersih Masih Mencukupi Untuk Mensuplay Daerah yang Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

Ketersediaan Air Bersih Masih Mencukupi Untuk Mensuplay Daerah yang Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

Semarang-Spektroom: Kepala BPBD, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, wilayah terdampak kemarau sampai 24 Juli 2026 sebanyak 25 kabupaten/ kota, dengan 83 kecamatan dan 148 desa. Sebanyak 11 kabupaten/ kota pun sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan 2026. Hal itu disampaikan Bergas saat melaporan kondisi terkini terkait kekeringan dan distribusi air bersih

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Pemkab Pasaman Barat Matangkan Persiapan Kunjungan Satgas Pusat Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Pemkab Pasaman Barat Matangkan Persiapan Kunjungan Satgas Pusat Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Pasaman Barat–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mematangkan persiapan menyambut kunjungan Tim Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat pascabencana melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Selasa (28/7/2026). Rapat dipimpin Asisten I Setda Pasaman Barat, Setia Bakti, mewakili Bupati Pasaman Barat.

Rafles
ссс