Lewat “Gema Ramadan”, Kemenag Kalteng Gaungkan Ramadan yang Hangat dan Menggembirakan
Spektroom - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah menggandeng TVRI Kalimantan Tengah memproduksi program religi “Gema Ramadan” sebagai panduan ibadah sekaligus ruang refleksi selama Ramadan 1447 Hijriah.
Program ini dikemas dengan pendekatan yang ringan, inklusif, dan menenangkan. Episode perdana tayang Kamis (19/2/2026), bertepatan 1 Ramadan 1447 H.
Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, Yusi Abdhian, tampil sebagai penceramah utama mengusung tema “Joyful Ramadan – Ramadan yang Menyenangkan”.
Di hadapan ASN yang tergabung dalam Majelis Ta’lim Al-Ikhlas, ia menekankan bahwa Ramadan bukan bulan yang ditakuti karena lapar dan dahaga, melainkan momentum yang patut disambut dengan hati lapang.
“Ramadan adalah rahmat terbesar dari Allah SWT. Kita bersyukur karena masih diberi kesempatan bertemu bulan suci ini. Sambutlah dengan kegembiraan, bukan dengan keluhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep Joyful Ramadan bertumpu pada tiga hal: kegembiraan dalam beribadah, kekhusyukan spiritual, dan kepedulian sosial. Puasa, katanya, harus melahirkan pribadi yang lebih sabar sekaligus lebih ringan tangan membantu sesama.

Mengutip QS. Yunus ayat 58, Yusi Abdhian mengingatkan bahwa bergembira atas karunia Allah adalah anjuran, bukan sekadar pilihan. Kegembiraan itu bukan euforia, melainkan wujud syukur karena masih diberi umur dan kesempatan memperbaiki diri.
“Ramadan bukan sekadar menahan lapar. Ini bulan ampunan, bulan Al-Qur’an, bulan berbagi. Kalau hati kita bahagia menyambutnya, insyaallah ibadah juga terasa ringan,” tambahnya.
Program “Gema Ramadan” dirancang tayang menjelang waktu berbuka, menghadirkan berbagai narasumber untuk membahas isu-isu keagamaan aktual dengan pendekatan yang moderat dan menyejukkan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya memaksimalkan media publik sebagai sarana dakwah yang ramah dan membumi.

Di tengah dinamika sosial yang kerap riuh, pesan yang dibawa sederhana: Ramadan bukan beban, tapi kesempatan. Kesempatan untuk menata ulang hati, memperbaiki hubungan, dan memperbanyak kebaikan. Jika dijalani dengan gembira dan tulus, Ramadan tak hanya berlalu sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar meninggalkan bekas dalam kehidupan sehari-hari.
(Polin Maturidi)