Saat Harga Naik, Gerakan Pangan Murah Jadi Penyelamat Dapur Warga Sengah Temila

Saat Harga Naik, Gerakan Pangan Murah Jadi Penyelamat Dapur Warga Sengah Temila
Warga berburu bahan pokok terjangkau dalam Gerakan Pangan Murah di Pasar Baru Pahuman, disapa langsung oleh Bupati Karolin. (Foto: Sartiman)

Spektroom – Sejak pagi, wajah-wajah penuh harap sudah memadati Pasar Baru Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kamis (19/02/2026).

Di antara keranjang belanja dan obrolan hangat antarwarga, Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Landak menghadirkan angin segar di tengah naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Tampak senyum bahagia ibu ibu di Pasar Baru Pahuman yg merapat di meja lapak barang2 yg dijual. Foto: Sartiman

Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Landak bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Gerakan Pangan Murah dihadiri Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, MH, didampingi Camat Sengah Temila, Kepala Desa Pahauman, unsur TNI-Polri, Kejaksaan Landak, serta para kepala dinas.

Di sela-sela kunjungannya, Karolin menyapa warga yang rela antre sejak pagi. Ia memahami betul kekhawatiran masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan pokok strategis.

“Harga pangan pokok strategis sedang mengalami kenaikan. Karena itu pemerintah Kabupaten Landak merasa terpanggil untuk melakukan intervensi melalui gerakan pangan murah ini,” ujarnya.

Bagi Siti (42), ibu rumah tangga asal Pahauman, kegiatan ini sangat membantu. Dengan membawa pulang beras, gula, dan minyak goreng dengan harga lebih terjangkau, ia mengaku bisa menghemat pengeluaran dapur pada bulan Romadhon.

“Kalau bisa sering-sering diadakan, sangat meringankan,” katanya sambil tersenyum.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa membeli beras SPHP 5 kilogram seharga Rp60.000, gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, bawang merah Rp72.000 per kilogram, bawang putih Rp48.000 per kilogram, hingga telur Rp1.900 per butir. Bahkan gas LPG 3 kilogram dijual Rp20.000 per tabung.

Karolin menegaskan, gerakan pangan murah ini tidak berhenti di Pahauman.

Pemerintah daerah berkomitmen melaksanakannya secara berkelanjutan di titik-titik lain untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

Para petani dan pelaku usaha tani didorong tetap giat menanam di sawah, ladang, maupun pekarangan rumah.

“Semangat dan produktivitas harus tetap dijaga. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga,” pesannya.

Di tengah tantangan ekonomi, gerakan ini bukan sekadar soal harga murah.

Ia menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat memberi kepastian, menenangkan keresahan, dan memastikan dapur tetap mengepul menjelang hari-hari besar keagamaan.

Berita terkait

Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk  Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang-Spektroom : Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) ke-VI tahun 2026 menurut rencana akan dilaksanakan tanggal 9 September 2026 di Kota Tanjungpinang sebagai Tuan Rumah. Berbagai persiapan sudah dilakukan panitia penyelenggaraan olahraga empat tahunan ini termasuk sudah diluncurkannya Maskot Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 yang diberi nama “Hang Bilang”. Guna

Desmawati, Rafles
Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Padang-Spektroom : Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, memimpin langsung apel kesiapan kontingen Operasi Aman Nusa I Tahun 2026 di Lapangan Apel Markas Besar Polda Sumbar, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan personel guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran situasi wilayah, khususnya dalam

Wiza Andrita, Rafles