Menabur Benih, Menuai Persahabatan : RI - Gambia Bangun Ketahanan Pangan
Jakarta -Spektroom : Satu benih yang ditanam bisa menghidupi satu keluarga. Namun, sebuah ilmu yang dibagikan mampu mengubah masa depan suatu bangsa. Semangat inilah yang terus menghidupkan Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Jenoi, Gambia. Tempat ini adalah pusat pelatihan pertanian dan penggerak ketahanan pangan di Afrika Barat
ARFTC telah menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Gambia selama hampir tiga dekade. Kini, babak baru kerja sama dimulai. Pemerintah Indonesia dan Gambia secara resmi meresmikan kembali pusat pelatihan ini pada Rabu (1/7/2026) usai melalui revitalisasi.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, bersama Menteri Luar Negeri Gambia, Sering Modou Njie. Acara ini berlangsung di sela-sela Sidang Komisi Bersama ke-2 RI-Gambia di Banjul.
Lebih dari Sekadar Membangun Gedung
Wamenlu Arrmanatha Nasir menjelaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar peremajaan fisik gedung. ARFTC juga menjadi simbol komitmen Indonesia untuk terus berjalan bersama Gambia. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun kapasitas masyarakat lokal.
Ke depan, ARFTC diharapkan tumbuh menjadi pusat keunggulan regional (regional centre of excellence). Pusat pelatihan ini akan memperkuat inovasi pertanian, mengembangkan sumber daya manusia, dan menjamin ketersediaan pangan di seluruh kawasan Afrika Barat
Bagi Indonesia, berbagi pengalaman pembangunan adalah bentuk nyata kepedulian. Wamenlu Arrmanatha menekankan bahwa persahabatan sejati mirip dengan hasil panen terbaik. Keduanya lahir dari komitmen dan aksi nyata yang terus dipupuk bersama
Sejarah awal hubungan Indonesia dan Gambia
Tahun 1982: Kedua negara secara resmi membuka hubungan diplomatik. Pada periode awal ini, perwakilan Indonesia untuk Gambia dirangkap oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dakar, Senegal.
Pertemuan Bersejarah (Konferensi Asia Afrika): Hubungan antarnegara semakin erat ketika perwakilan Gambia hadir dalam acara penting di Indonesia, seperti peringatan Konferensi Asia Afrika. Momen ini menjadi tempat bagi kedua negara untuk bertukar pikiran mengenai isu dunia dan kerja sama bilateral.
Kerja Sama Pertanian: Sebagai negara berkembang, kedua negara fokus pada sektor pertanian. Indonesia sering kali berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola pertanian yang baik dengan Gambia
Pertukaran Pendidikan: Untuk membantu pembangunan sumber daya manusia, Indonesia membuka program beasiswa (seperti KNB) bagi pelajar dari negara sahabat. Hal ini memungkinkan pelajar asal Gambia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di universitas-universitas yang ada di Indonesia.
Gambia adalah negara kecil di Afrika Barat yang dikelilingi oleh negara Senegal. Meskipun letaknya sangat jauh dari Indonesia dan dipisahkan oleh Samudra Atlantik, jarak tidak menghalangi kedua negara untuk menjalin hubungan persahabatan yang baik.