Penanganan Permanen Jembatan Enang Enang Aceh  Dipercepat Fungsional Digunakan Secara Terbatas

Penanganan Permanen Jembatan Enang Enang Aceh  Dipercepat Fungsional Digunakan Secara Terbatas
Pengerjaan konstruksi jembatan Enang Enang bener meriah Aceh ( birkom pu)


Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus melakukan penanganan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga konektivitas masyarakat.

Sejak akhir Mei 2026, BPJN Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk memastikan setiap langkah penanganan dapat dipercepat dengan tetap berdasarkan pada pertimbangan teknis.

Berdasarkan hasil evaluasi teknis, kondisi struktur jembatan, geometrik jalan, serta tanah di sekitar lokasi yang masih labil akibat longsor memerlukan penanganan secara bertahap. Sebagai langkah awal, BPJN Aceh telah menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara (shoring) pada struktur jembatan.

Plt. Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini memastikan dengan selesainya perkuatan tersebut, Jembatan Enang-Enang sudah dapat difungsikan secara terbatas. Saat ini jembatan dapat dilalui kendaraan roda dua serta kendaraan roda empat dengan muatan maksimal lima ton pada siang hari, sementara kendaraan berat dan angkutan umum tetap dibatasi demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Kemarin kita sudah kerahkan satker supaya meminta PPK di sana untuk dibuat perkuatan di bawah jembatan dengan shoring itu dan sudah selesai dikerjakan. Untuk roda dua, roda empat, dan pejalan kaki insyaallah sudah bisa dilalui, namun untuk kendaraan bermuatan besar seperti truk masih belum bisa," ujar Zulkarnaini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/7/2026)

Selama masa penanganan darurat, BPJN Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) serta Dinas Perhubungan, untuk mendukung rekayasa lalu lintas dan kendaraan yang dapat melintasi jembatan. Di sisi lain, Jalan Werlah tetap dioptimalkan sebagai jalur alternatif. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah mengusulkan pelebaran Jalan Werlah melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) guna meningkatkan kelancaran arus lalu lintas pada jalur alternatif tersebut.

BPJN Aceh memastikan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Aceh akan terus memantau kondisi Jembatan Enang-Enang serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar lokasi selama masa penanganan darurat berlangsung. Sementara terkait penanganan permanen, tahapan perencanaan akan dipercepat agar pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan.

"Untuk jembatan permanen di Enang-Enang memang sudah kami programkan di tahun 2027. Namun dengan kondisi sekarang, kita melihat perlu dilakukan percepatan sehingga perencanaannya akan kita lakukan lebih awal di tahun 2026 untuk menyiapkan desain dan pemrogramannya. Kemudian pada tahun 2027 insyaallah kita akan melaksanakan pekerjaan fisiknya," kata Zulkarnaini.

Berita terkait

Penyeberangan Kalianget–Tlango Jadi Jalur Laut Tersibuk di Madura, Wisata Religi dan Aktivitas Ekonomi Meningkat

Penyeberangan Kalianget–Tlango Jadi Jalur Laut Tersibuk di Madura, Wisata Religi dan Aktivitas Ekonomi Meningkat

Sumenep-Spektroom : Penyeberangan laut Kalianget–Pulau Tlango di Kabupaten Sumenep kini menjadi salah satu jalur penyeberangan tersibuk di ujung timur Pulau Madura. Ramainya mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga kunjungan wisata religi membuat aktivitas di dermaga berlangsung hampir tanpa henti selama 24 jam. Pulau Tlango yang dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat

Buang Supeno
Pulihkan Konektivitas Aceh  Penanganan Permanen Jalan Jembatan Terus Berlanjut

Pulihkan Konektivitas Aceh Penanganan Permanen Jalan Jembatan Terus Berlanjut

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh melalui penanganan permanen pada puluhan ruas jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses transportasi kembali aman, lancar, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta mobilitas warga di berbagai wilayah.

Nurana Diah Dhayanti