Penyeberangan Kalianget–Tlango Jadi Jalur Laut Tersibuk di Madura, Wisata Religi dan Aktivitas Ekonomi Meningkat
Sumenep-Spektroom : Penyeberangan laut Kalianget–Pulau Tlango di Kabupaten Sumenep kini menjadi salah satu jalur penyeberangan tersibuk di ujung timur Pulau Madura.
Ramainya mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga kunjungan wisata religi membuat aktivitas di dermaga berlangsung hampir tanpa henti selama 24 jam.
Pulau Tlango yang dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat serta destinasi wisata religi terus menarik arus penumpang. Selain menjadi jalur utama bagi warga, penyeberangan ini juga dipadati peziarah yang datang untuk berziarah ke makam Sayyid Yusuf, ulama besar yang dimakamkan di Pulau Tlango.
Dengan waktu tempuh hanya sekitar lima menit, lintasan Kalianget–Tlango menjadi pilihan favorit masyarakat maupun wisatawan. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang sengaja menyeberang untuk menikmati pengalaman wisata bahari singkat.
Untuk memenuhi kebutuhan penumpang dan kendaraan, tersedia empat armada kapal tongkang yang masing-masing mampu mengangkut sekitar delapan mobil dan lebih dari 20 sepeda motor. Armada tersebut didukung sejumlah perahu motor berkapasitas belasan penumpang yang beroperasi selama 24 jam.
Petugas Pos TNI AL Kalianget, Sertu Asmawi, mengatakan pihaknya terus memantau arus penyeberangan orang maupun barang guna memastikan keamanan dan ketertiban di kawasan dermaga.
"Kami selalu melakukan pemantauan terhadap aktivitas penyeberangan agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Perhubungan Pelabuhan Kalianget, Sahma, SE, menegaskan kelancaran pelayanan di pelabuhan tidak terlepas dari sinergi seluruh instansi yang terlibat.
"Disini tugas kami di Perhubungan memastikan kelancaran lalu lintas kendaraan dan penumpang, mengatur proses naik turun ke armada kapal hingga penempatan parkir yang aman. Semua itu terbangun melalui koordinasi dengan ASDP, PELNI, Dharma Bahari Sumekar (DBS), Kesyahbandaran, Polair, Posal, serta seluruh pihak terkait yang saling mendukung sesuai kewenangannya masing-masing," jelas Sahma.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci dalam menjaga pelayanan publik di pelabuhan agar tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
"Komitmen kami adalah mengabdi dan membantu sesama," tegasnya.
Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Tlango yang dikenal sukses mengembangkan usaha toko kelontong di berbagai kota di Pulau Jawa, dipadukan dengan tingginya kunjungan wisata religi, menjadikan lintasan Kalianget–Tlango sebagai salah satu urat nadi transportasi laut terpenting di Kabupaten Sumenep.( Ruslan Irianto)