Lima Tahun Buang Supeno-Dary Halim: Saatnya IKA STMM MMTC Berhenti Bernostalgia, Mulai Buka Jalan
Yogjakarta- Spektroom: Lima tahun bukan waktu yang singkat. Di tangan Buang Supeno dan Dary Halim, periode 2026–2031 menjadi masa untuk membuktikan apakah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STMM MMTC ( Sekolah Tinggi Multimedia-Multimedia Training Centre) Yogyakarta mampu keluar dari rutinitas organisasi dan berubah menjadi jaringan yang membuka jalan bagi mahasiswa dan lulusan menghadapi dunia kerja.
Buang Supeno dilantik sebagai Ketua IKA Alumni Kedinasan, sementara Dary Halim dipercaya memimpin IKA Alumni Non-Kedinasan STMM MMTC Yogyakarta.
Keduanya dilantik Ketua STMM MMTC Yogyakarta Dr. R. Muhammad Agung Harimurti Purnomojati, M.Kom dalam rangkaian Seminar MMTC Career Compass di Theatre GTD Lantai 3 STMM MMTC Yogyakarta, Senin,( 6 /9/2026).
Mandat tersebut diberikan ketika industri media dan ekonomi kreatif menghadapi perubahan besar. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara orang bekerja, jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan.
Karena itu, IKA tidak cukup hanya menjadi tempat alumni bertemu dan mengenang masa kuliah.
Alumni Dituntut Membuka Jalan

Ketua STMM MMTC Agung Harimurti mengatakan pendidikan tidak semestinya hanya menghasilkan ijazah dan pekerjaan.
“Sekolah itu untuk mendapatkan kehidupan, tidak hanya untuk mendapatkan penghidupan,” kata Agung.
Ia mengingatkan mahasiswa agar terlebih dahulu memiliki kemampuan bertahan menghadapi persaingan dunia kerja.
“Bisa survive dulu, soalnya itu yang penting: survive. Memenangkan itu ada di tahap yang berikutnya,” ujarnya.
Pesan tersebut secara tidak langsung menjadi pekerjaan rumah bagi organisasi alumni.

Lulusan baru sering kali tidak kekurangan ijazah. Yang mereka kekurangan adalah akses: akses terhadap informasi, pengalaman, pemagangan, dunia industri hingga jaringan profesional.IKA memiliki modal tersebut.
Alumni tersebar di berbagai bidang pekerjaan. Mereka mengetahui kebutuhan industri dan memiliki jejaring yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Tantangannya tinggal satu: apakah modal tersebut akan diubah menjadi peluang bagi generasi berikutnya?
Ketika AI Mulai Mengubah Dunia Kerja
Perubahan teknologi membuat tugas itu semakin mendesak.
Agung mengatakan AI dapat menjadi alat bantu sekaligus pesaing manusia.
Di bangku kuliah, AI dapat membantu mencari literatur dan mengembangkan gagasan. Namun di dunia kerja, teknologi yang sama berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan.
“Apakah itu teman kita atau pesaing kita, silakan teman-teman nilai,” ujarnya.
Karena itu, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Kreativitas, kecerdasan, kejelian dan kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting.
Alumni dapat mengambil peran dengan menjadi mentor, membuka akses magang, mempertemukan lulusan dengan industri hingga membangun kolaborasi usaha.
Career Center Tak Bisa Bekerja Sendiri

Wakil Ketua STMM MMTC Yogyakarta Siti Sarifah mengatakan kampus telah menyediakan Unit Career Center untuk memperkuat hubungan mahasiswa dengan dunia kerja.
Career Center rutin menggelar seminar karier menjelang wisuda serta memberikan informasi lowongan pekerjaan dan pemagangan.
Kampus juga melakukan tracer study ketika wisuda dan enam bulan setelahnya untuk mengetahui perjalanan lulusan, baik yang bekerja, berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan.
Data itu digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri.
Namun ekosistem karier tidak cukup dibangun dari dalam kampus.
Career Center memiliki sistem. Kampus memiliki pendidikan. Industri memiliki kebutuhan. IKA memiliki jaringan.
Jika semuanya terhubung, lulusan tidak harus memulai dari nol.
Jangan Sampai Hanya Jadi Nama
Tantangan Buang dan Dary karena itu cukup jelas: membuat jaringan alumni bekerja.
Keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya kegiatan organisasi.
Ukuran yang lebih konkret adalah manfaat yang dirasakan.
Berapa mahasiswa memperoleh kesempatan magang? Berapa lulusan mendapat akses pekerjaan? Berapa alumni berkolaborasi dengan industri? Berapa usaha baru lahir dari jaringan tersebut?
Pertanyaan itu akan menjadi ukuran sebenarnya dari kepemimpinan Buang dan Dary.
Lima tahun mendatang akan menentukan apakah IKA STMM MMTC menjadi kekuatan baru dalam ekosistem pendidikan dan industri media atau sekadar menjadi nama dalam struktur organisasi.
Buang dan Dary kini memegang mandat.
Saatnya alumni tidak hanya berkumpul karena pernah satu almamater. Saatnya mereka berkumpul untuk membuka jalan bagi mereka yang baru akan memasuki dunia kerja.