Literasi Keuangan Jadi Langkah Strategis Wujudkan Keluarga Mandiri
Bandar Lampung - Spektroom : Ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan, kesehatan, maupun pengasuhan, tetapi juga kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan secara bijaksana.
Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, yang tangguh, dan keluarga yang sejahtera.
Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan Literasi Keuangan Keluarga Di Kampung Keluarga Berkualitas, ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan kesadaran keluarga dalam melakukannya secara terencana dan bertanggung jawab.
Hal itu dikatakan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Ni Gusti Putu Meiridha pada Webinar Literasi Keuangan Keluarga Di Kampung Keluarga Berkualitas, melalui Zoom Meet, Rabu (15/7/2026)
Menurutnya Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Saat ini, masyarakat semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan digital, mulai dari investasi hingga pinjaman berbasis teknologi. Tetapi di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak kalah besar.
"Maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, penipuan digital, hingga berbagai bentuk kejahatan siber menjadi ancaman nyata bagi ketahanan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, literasi keuangan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan" tandas Putu Meiridha mengingatkan.
Ni Gusti Putu Meiridha melanjutkan, setiap keluarga harus memiliki kemampuan dalam merencanakan keuangan, menyusun prioritas kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, memahami investasi yang legal, serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bijaksana.
"Dalam 8 fungsi keluarga, salah satu fungsi yang sangat penting adalah fungsi ekonomi. Fungsi ini mengajarkan bahwa keluarga harus mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, mengelola sumber daya yang dimiliki secara bertanggung jawab, serta merencanakan masa depan anggota keluarganya" rinci dia lagi.
Keluarga yang memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik, ujar Putu Meiridha, akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, menjaga kesehatan keluarga, maupun mempersiapkan masa depan.
"Perlu kita pahami bersama bahwa besarnya penghasilan belum tentu menjadikan sebuah keluarga sejahtera. Namun, keluarga yang mampu mengelola keuangannya dengan bijaksana memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk hidup sejahtera" Ujarnya.
Sementara Manajer Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Lampung - Dwi Krisno Yudi Pramono, dalam paparanya menyampaikan bahwa mengelola keuangan adalah dasar untuk mencapai keamanan dan stabilitas keuangan dan tujuan akhirnya adalah kenyamanan Financial, Kebebasan financial dan masa depan yang sejahtera
"Kebebasan finansial adalah kondisi di mana seseorang memiliki dana yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tanpa harus bergantung pada pendapatan aktif" ujarnya menjelaskan.
Pengelolaan keuangan merupakan salah satu dasar untuk mencapai keamanan, berarti bagaimana kita mengelola keuangan supaya uang yang kita punya itu aman dari tindakan-tindakan kejahatan finansial.

"Nanti tujuan akhirnya kita bisa merdeka secara finansial untuk masa depan. Kemudian kebebasan finansial ini adalah kondisi di mana seseorang memiliki dana yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tanpa harus bergantung pada pendapatan aktif" papar Dwi Krisno.
Sedangkan tujuan dari pengelolaan keuangan adalah untuk memastikan kebutuhan terpenuhi dan membangun kekayaan dengan cara mengumpulkan uang.
Tidak saja itu, Dwi Krisno menambahkan, bagaimana mengelola uang itu menjadi usaha dan prestasi agar di masa depan dapat membangun kekayaan serta mencapai kebebasan finansial (@Ng).