Literasi Merupakan Fondasi Utama Dalam Membangun Peradapan Dan Menentukan Kualitas SDM
Sukabumi-Spektroom: Tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya soal kemajuan teknologi, tetapi bagaimana menjaga generasi muda agar tetap memiliki akar budaya,karakter dan kecintaan ilmu pengetahuan.
"Di tengah derasnya arus informasi digital, media sosial dan hiburan instant, budaya membaca dan tradisi bertutur menghadapi ujian berat. Padahal kemampuan literasi merupakan fondasi utama dalam membangun peradapan dan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan " Jelas Bunda Literasi Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, senin, (15/2026)
Membangun budaya bangsa tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca sejak usia dini. Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendorong anak mencintai buku, memahami nilai kehidupan, serta memiliki kemampuan berpikir kritis.
Guru dan orang tua harus hadir menjadi teladan agar budaya membaca tidak semakin tergerus oleh gawai dan hiburan digital,
Dikatakan kegiatan lomba bertutur bukan sekadar kompetisi keterampilan berbicara, melainkan bagian dari ikhtiar membangun karakter bangsa. Melalui cerita, anak-anak belajar memahami sejarah, mengenal tokoh inspiratif, menyerap nilai perjuangan, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan dengan percaya diri.
" Di balik setiap cerita, terdapat proses pembentukan pola pikir, empati, dan kecerdasan sosial yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat." Kata Ranty
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga warisan nilai dan budayanya. Kisah pahlawan, legenda daerah, hingga cerita rakyat bukan hanya hiburan, melainkan sarana pewarisan karakter yang mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air. “Ujar Ranty Rachmatilah
Pesan Ranty jangan takut tampil dan jangan takut melakukan kesalahan. Yang paling penting adalah keberanian untuk belajar, mencoba, dan terus berkembang. dari proses itulah karakter akan terbentuk,” pesannya.