Lokasi Astaka MTQ Riau Teluk Kuantan Sontak Bergemuruh, Jagoan Plt Bupati Kuansing Keok di Tekuk Spanyol
Teluk Kuantan-Spektroom : Kesebelasan jagoan PLT Bupati Kuansing H. Muklisin, harus mengakui kehebatan Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026.
Argentina dipaksa menyerah 0-1 setelah gol dramatis Ferran Torres pada babak tambahan waktu (extra time), sekaligus mengantarkan La Roja mengangkat trofi juara dunia di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium), Amerika Serikat.
Gol tunggal yang memecah kebuntuan lahir pada menit ke-106. Ferran Torres tampil sebagai pahlawan kemenangan Spanyol setelah memanfaatkan peluang emas yang tak mampu diantisipasi pertahanan Argentina. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, mengakhiri perjuangan Albiceleste sekaligus memupus harapan para pendukungnya, termasuk PLT Bupati Kuansing H. Muklisin yang sejak awal menjagokan Argentina.
Meski tim favoritnya kalah, kemeriahan justru terasa di Astaka MTQ Teluk Kuantan. Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan memadati lokasi Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026, Senin 20/7/2026 Pukul 02.00 dinihari, yang digelar Pemkab Kuansing, bekerja sama dengan Polres Kuansing dan unsur Forkopimda. Lautan manusia memenuhi halaman Astaka sejak sebelum kick-off, menciptakan atmosfer layaknya stadion mini di jantung Kota Teluk Kuantan.
Sementara PLT Bupati H. Muklisin diwakili oleh Asisten I Setda Kuansing dr. Fahdiansyah,SpOG bersama jajaran forkompimda , tokoh masyarakat, hingga ribuan pecinta sepak bola rela begadang demi menyaksikan laga paling bergengsi di dunia itu.
Asisten I dr. Fahdiansyah, SpOG, mengatakan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan memperebutkan gelar juara, melainkan sarana membangun karakter generasi muda.
“Sepak bola mengajarkan disiplin, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah. Menang ataupun kalah adalah bagian dari olahraga, tetapi persaudaraan dan kebersamaan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujar nya.
“Pemkab Kuansing mengucapkan terima kasih kepada Polres Kuansing, Forkopimda, seluruh OPD, panitia, dan masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan nonton bareng ini. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat datang dari berbagai penjuru Kuansing. Salah satunya Edo (35), warga Muara Lembu, Kecamatan Singingi, yang sengaja datang bersama rekannya untuk menikmati atmosfer final bersama ribuan penonton lainnya.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Walaupun Argentina kalah, suasana nobarnya benar-benar meriah. Rasanya seperti menonton langsung di stadion. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karena bisa mempererat kebersamaan masyarakat,” ungkap Edo.
Kegiatan nobar yang berlangsung hingga menjelang subuh itu menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Kuansing terhadap sepak bola dunia. Meski Argentina gagal membawa pulang trofi, semangat sportivitas dan kebersamaan yang tercipta di Astaka MTQ menjadi kemenangan tersendiri bagi masyarakat Kuantan Singingi.