Trending

Lomba Masak Ikan Asam Pedas Warnai Hari Jadi ke-254 Kota Pontianak

Lomba Masak Ikan Asam Pedas Warnai Hari Jadi ke-254 Kota Pontianak
Penampilan Salah Seorang Peserta Lomba Masak Ikan Asam Pedas di Hotel Borneo Pontianak. Foto : Dok Panitya Hajad Kota Pontianak.

Spektroom — Dalam semarak Hari Jadi ke-254 Kota Pontianak, Borneo Hotel Pontianak menggelar ajang kuliner unik bertajuk Lomba Masak Ikan Asam Pedas, Minggu (19/10/2025).

Bertempat di Borneo Sky, Rooftop & Café lantai 7, acara ini tak hanya memamerkan kelezatan masakan khas Pontianak, tapi juga menonjolkan nilai lokal yang menjadi ciri khas hotel ini: Simplicity, Authenticity, dan Local Warmth.

Peserta yang terdiri dari para pecinta kuliner lokal berlomba menghadirkan versi terbaik dari Ikan Asam Pedas, salah satu kuliner ikonik yang sudah ditetapkan sebagai warisan tak benda Kota Pontianak.

Para pemenang tak hanya membawa pulang hadiah berupa uang tunai, piala, dan piagam, tetapi juga kesempatan istimewa menu kreasi Juara 1 akan menjadi Menu Spesial di Borneo Hotel Pontianak mulai 1 November hingga 31 Desember 2025. Tak berhenti di situ, sang juara juga akan menerima royalti dari setiap penjualan menu tersebut.

General Manager Borneo Hotel Pontianak, Hadi Susanto, mengatakan ajang ini merupakan cara hotel merayakan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kuliner.

“Kami ingin lebih dari sekadar memperingati hari jadi kota. Ini tentang menyalakan kembali rasa cinta pada masakan khas dan memberi ruang bagi bakat lokal untuk bersinar,” ujarnya.

Sementara itu, Adam Akbar, Operations Manager Borneo Hotel, menambahkan bahwa lomba ini adalah bagian dari strategi hotel dalam menciptakan kegiatan yang menghibur sekaligus bermakna.

“Kreativitas lokal kami angkat jadi sorotan. Dengan royalti bagi pemenang, ini bukan akhir lomba, tapi awal dari cerita baru,” ungkapnya.

Ajang ini juga menjadi lanjutan dari rangkaian creative event Borneo Hotel yang sebelumnya sukses dengan Zumba Sky in the Sky pada Juli dan Lomba Mewarnai di Agustus.

Dukungan pun datang dari berbagai pihak, seperti Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Bank Mandiri KCP Pontianak Sidas, DNA, dan WRP.

Dengan berakhirnya lomba ini, Borneo Hotel Pontianak kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengalaman kreatif yang berakar pada nilai lokal.

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru