LPPM UNSOED Dorong Mahasiswa dan UMKM Naik Kelas dan Siap Akses Investasi
Purwokerto-Spektroom : Pengembangan usaha mahasiswa dan pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan ide dan keberanian memulai.
Kemampuan mengelola keuangan, membaca pasar, memanfaatkan teknologi, hingga membangun jejaring pendanaan menjadi bagian penting agar bisnis mampu bertahan dan berkembang.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melalui Bootcamp Inkubasi bertajuk Ignition to Scale: Transforming Student & Local Ventures into Investment-Ready Businesses.
Kegiatan berlangsung 26–28 Agustus 2026 di Gedung Integrated Academic Building (IAB) UNSOED dan Rumah BUMN Purwokerto diikuti 20 tenant inkubasi yang telah melewati seleksi administrasi dan wawancara.
Kepala LPPM UNSOED, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, mengatakan program tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan pelaku usaha agar tidak berhenti pada tahap merintis, tetapi mampu mengembangkan bisnis secara profesional.
“Melalui program pelatihan ini, UNSOED berkomitmen tidak hanya mencetak wirausahawan baru, tetapi juga mendorong para pelaku usaha lokal serta mahasiswa agar memiliki mindset global, tata kelola yang profesional, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Materi yang diberikan mencakup penyusunan model bisnis, legalitas, pengelolaan keuangan dan cash flow, pemasaran, digitalisasi usaha, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga strategi ekspansi.
Peserta juga diarahkan memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, memetakan persaingan, memperkuat value proposition, serta menyiapkan bisnis agar mampu menjalin kerja sama dengan perbankan maupun investor.
Ketua PIB LPPM UNSOED, Dr. Ir. Nur Wijayanti, menegaskan bootcamp merupakan tahap awal dari proses pembinaan yang akan dilanjutkan dengan pendampingan.
“Kami ingin memastikan para tenant tidak hanya berhenti pada tahap konsep, tetapi benar-benar mampu mengeksekusi bisnisnya secara profesional,” katanya.
Setelah bootcamp, peserta akan mengikuti coaching bersama mentor. PIB juga menyiapkan fasilitasi legalitas serta membuka peluang business matching dengan investor, perbankan, dan jaringan industri.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat usaha mahasiswa dan UMKM lokal memiliki fondasi yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memperluas pasar dan membangun kemitraan.
Melalui program inkubasi ini, UNSOED berupaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di Banyumas dengan mendorong usaha yang bukan hanya mampu berjalan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.