TPN KemenPAN-RB Verifikasi Lapangan Inovasi KOMPAS STUNTING Kemendukbangga/ BKKBN Maluku Utara

TPN KemenPAN-RB Verifikasi Lapangan Inovasi KOMPAS STUNTING Kemendukbangga/ BKKBN Maluku Utara
Tim Penilai Nasional (TPN) Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) saat melakukan verifikasi lapangan terhadap inovasi Komunitas Peduli Keluarga dan Anak Stunting (KOMPAS STUNTING) di Kota Ternate, Maluku Utara(Foto:BKKBN Malut)

Ternate-Spektroom : Tim Penilai Nasional (TPN) Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melakukan verifikasi lapangan terhadap inovasi Komunitas Peduli Keluarga dan Anak Stunting (KOMPAS STUNTING) di Kota Ternate, Maluku Utara.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan dan dampak inovasi KOMPAS STUNTING yang merupakan bagian dari pengembangan Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang dilaksanakan BKKBN.

Tim TPN yang terdiri atas Tarcisius Bagus Putra Prasojo, Monica Uli Lubis, Husain Makhdum, dan Ridwan Afif Hadikusumah melakukan diskusi bersama Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ternate Selatan.

Dalam diskusi tersebut, tim menggali informasi secara mendalam mengenai pelaksanaan KOMPAS STUNTING, mulai dari proses pelaksanaan di lapangan, keterlibatan para pihak, hingga dampak program terhadap keluarga penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut, Husain Makhdum, mengatakan verifikasi lapangan merupakan salah satu tahapan untuk memastikan bahwa inovasi yang dinilai benar-benar berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Tim hari ini melakukan tahapan wawancara dan verifikasi lapangan. Kami mengidentifikasi satu inovasi, yaitu KOMPAS STUNTING sebagai pengembangan dari Program GENTING. Kami menilai sejauh mana inovasi ini memberikan kontribusi terhadap pelayanan publik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Husain.

Menurutnya, verifikasi tidak hanya dilakukan melalui wawancara dengan pelaksana program, tetapi juga dengan melihat secara langsung kondisi keluarga penerima manfaat. “Kami ingin melihat bagaimana dampak langsung pelaksanaan GENTING terhadap masyarakat. Karena itu, kami melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa program yang dilaporkan memang benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat,” katanya.

Selain melakukan diskusi dengan PKB dan PLKB, Tim TPN juga mengunjungi langsung keluarga penerima manfaat (KPM), termasuk keluarga risiko stunting (KRS) yang mendapatkan intervensi program. Kunjungan lapangan dilakukan di Kelurahan Kayu Merah dan Kelurahan Ngade, Kota Ternate, termasuk kepada keluarga penerima bantuan pembangunan jamban.

Melalui kunjungan tersebut, tim memperoleh gambaran langsung mengenai implementasi program, bentuk intervensi yang diberikan, serta manfaat yang dirasakan oleh keluarga penerima.

Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, mengatakan verifikasi lapangan menjadi momentum penting untuk memastikan inovasi yang dikembangkan BKKBN di daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ansar menegaskan bahwa KOMPAS STUNTING tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada penguatan kolaborasi dan keberlanjutan intervensi bagi keluarga yang membutuhkan.

Menurutnya, keterlibatan PKB, PLKB, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan dan penanganan stunting berjalan secara efektif. “Yang paling penting adalah memastikan program ini memberikan manfaat nyata kepada keluarga penerima. Karena itu, kolaborasi dan pendampingan di tingkat lapangan harus terus diperkuat agar intervensi yang diberikan dapat berkelanjutan,” ujar Ansar.

Berita terkait