LPTQ Sumbar Targetkan: Minimal 10 Besar MTQ Nasional Ke-31 Tahun 2026

LPTQ Sumbar Targetkan: Minimal 10 Besar MTQ Nasional Ke-31 Tahun 2026
Rapat LPTQ Sumbar dalam rangka mempersiapkan kontingen MTQ 2026 (Foto: Humas LPTQ)

Padang-Spektroom : Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 yang akan digelar di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada September 2026 mendatang. Ketua Harian LPTQ Sumbar, Ikhwan menegaskan, pihaknya menargetkan peningkatan prestasi pada ajang nasional tersebut, setelah pada MTQ Nasional 2024 di Samarinda berada di peringkat ke-11 nasional. “Kita menargetkan hasil yang lebih baik. Minimal Sumbar 10 besar nasional pada MTQ tahun ini,” ujar Ikhwan saat memberikan arahan dalam rapat terbatas pengurus LPTQ Sumbar di Ruang Kerja Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Kamis (2/4/2026). Untuk mencapai target tersebut, ia menyebut, LPTQ Sumbar akan memperketat proses seleksi calon kafilah dengan menetapkan sejumlah kriteria khusus. Hal itu dilakukan guna memastikan peserta yang dipilih benar-benar memiliki kualitas dan kesiapan mental untuk bersaing di tingkat nasional. “Teknis seleksi sedang kita bahas, namun prinsipnya kita akan memilih kafilah yang terbaik, yang paling siap mewakili Sumbar, baik dari sisi kemampuan maupun mental bertanding,” tegasnya. Sementara itu, Ketua I LPTQ Sumbar, Edi Dharma selaku Koordinator Bidang Pembinaan dan Pelatihan menyampaikan pihaknya telah mulai melakukan berbagai persiapan teknis seleksi. Proses seleksi direncanakan berlangsung pada akhir April 2026. “Masa pendaftaran kafilah MTQ Nasional itu sudah dibuka mulai tanggal 1 hingga 31 Juni. Artinya sebelum itu seluruh proses seleksi harus sudah tuntas. Ini yang saat ini tengah kami kebut,” ujar Edi Dharma. Di sisi lain, Sekretaris Umum LPTQ Sumbar, Abrar menambahkan penguatan pembinaan kafilah akan menjadi fokus utama pascaseleksi. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menghadirkan pelatih tingkat nasional untuk mendampingi setiap cabang lomba. “Kita upayakan setiap cabang yang diikuti akan ditangani pelatih nasional, didampingi pelatih lokal, agar pembinaan lebih optimal,” ungkapnya. Abrar juga menyebutkan, LPTQ Sumbar tengah memetakan cabang-cabang lomba yang akan diikuti secara selektif, berdasarkan potensi dan kekuatan daerah. Pendekatan ini dilakukan agar capaian prestasi lebih terarah dan maksimal. “Kita tidak akan memaksakan mengikuti seluruh cabang. Fokus kita hanya pada cabang-cabang yang benar-benar potensial untuk meraih prestasi,” jelasnya. Melalui langkah-langkah strategis tersebut, LPTQ Sumbar optimistis dapat meningkatkan capaian prestasi pada MTQ Nasional 2026 serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Berita terkait

Pemprov Lampung siap Berkolaborasi  Dalam Hadapi Perubahan Iklim dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Hutan

Pemprov Lampung siap Berkolaborasi Dalam Hadapi Perubahan Iklim dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Hutan

Jakarta - Spektroom: Berbagai persoalan di daerah, mulai dari degradasi lingkungan hingga kesejahteraan petani hutan, tidak dapat ditangani secara sendiri oleh pemerintah daerah. Oleh karenanya, sangat diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta. Tantangan perubahan iklim ini tidak bisa dihadapi secara parsial. Hal

Anggoro AP
International Office UIN Malang Hadiri Pertemuan Koordinasi WAEJUC di Universitas Airlangga

International Office UIN Malang Hadiri Pertemuan Koordinasi WAEJUC di Universitas Airlangga

Surabaya-Spektroom: International Office UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadiri pertemuan koordinasi konsorsium WAEJUC (World Association for Education Joint Universities Collaboration)a yang digelar di Universitas Airlangga pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Amerta, Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus C Unair dan diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi anggota

Buang Supeno
Kejari Sawahlunto Ikuti Arahan JAM Pidsus, Soroti Ancaman “Distrust” dalam Penegakan Hukum

Kejari Sawahlunto Ikuti Arahan JAM Pidsus, Soroti Ancaman “Distrust” dalam Penegakan Hukum

Sawahlunto–Spektroom : Perang melawan kejahatan terorganisir tak cukup dengan hukum. Kejaksaan kini juga membidik “perang persepsi” yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sawahlunto mengikuti arahan strategis dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Febrie Adriansyah yang menyoroti tidak hanya aspek teknis penanganan perkara, tetapi juga

Riswan Idris, Rafles