Luas lahan sawah yang ada di Depok berdasarkan data tahun 2024 tersisa 61 hektar

Luas lahan sawah yang ada di Depok berdasarkan data tahun 2024 tersisa 61 hektar
Lahan sawah di kota Depok tersisa 61 hektar, foto diskominfo kamis ( 19/12/2025 )

Spektroom - Badan pusat statistik ( BPS ) kota Depok merilis data luas sawah tersisa 61 hektar yang tersebar di tiga kecamatan. Hal itu tertuang dalam publikasi kota Depok dalam angka tahun 2025 dengan sumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan ( DKP 3 ) Depok

" Berdasarkan data tersebut luas lahan sawah di kota Depok tersisa 61 hektar yang tersebar di tiga kecamatan yang menjadi penopang ketahanan pangan dan berkelanjutan lingkungan," Jelas Kepala BPS Kota Depok Agus Marzuki.

Dikatakan lahan sawah di Depok saat ini hanya terdapat di tiga kecamatan . Berdasarkan data tahun 2024 lahan sawah di kota Depok tersebar di tiga kecamatan yaitu Cipayung , kecamatan Sawangan dan kecamatan Tapos .

" Kecamatan sawangan memiliki lahan sawah seluas 4 hektar dengan pemanfaatan 2 hektar ditanami padi dan 2 hektar lainnya ditanami tanaman lain. Lahan sawah di kecamatan Cipayung yang terdapat 7 hektar yang seluruhnya di manfaatkan untuk tanaman lain." Ujar Agus Marzuki.

" Selain dua kecamatan tersebut lahan sawah terluas berada di kecamatan Tapos yang mencapai 50 hektar dan seluruh masih di tanami padi. Kebersamaan sawah yang masih tersisa perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal" Tambah kepala BPS kota Depok.

" mari kita jaga dan manfaatkan lahan sawah dengan bijak dan baik khususnya untuk menopang kegiatan pertanian serta perkebunan, hal ini untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan" pungkasnya.

Berita terkait

Nawal Yasin Tekankan Penguatan Kesehatan Mental untuk Cegah Bullying di Pesantren

Nawal Yasin Tekankan Penguatan Kesehatan Mental untuk Cegah Bullying di Pesantren

Wonosobo- Spektroom : Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menegaskan pentingnya penguatan edukasi kesehatan mental di lingkungan pesantren sebagai upaya mencegah bullying, kekerasan, dan berbagai persoalan psikologis di kalangan santri. Penegasan tersebut disampaikan Nawal saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno