Madiun Jadikan Posyandu Garda Terdepan Bebas TBC dan Stunting

Madiun Jadikan Posyandu Garda Terdepan Bebas TBC dan Stunting
Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup Madiun dr. Purnomo Hadi pada Sosialisasi 6 SPM di kecamatan Dolopo

Spektroom - Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa selain menyukseskan progam posyandu, masyarakat Kabupaten Madiun harus zero TBC pada tahun 2028. Pernyataan itu disampaikan bupati Madiun saat Sosialisasi 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) di aula kantor Kecamatan Dolopo Jumat (6/2/2026).

Bupati Hari Wuryanto mengingatkan kader Posyandu di Kabupaten Madiun dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen mereka dalam membina Posyandu. Dengan sinergi yang kuat antar lintas sektor, semua kegiatan yang ada di desa terutama posyandu dapat dikomunikasikan dengan Kepala Desa dan jajaran nya demi merepresentasikan visi misi Madiun Bersahaja.

Untuk itu, kader posyandu harus bisa menjadi garda terdepan yang tahu kondisi masyarakat agar nantinya wilayah Kabupaten Madiun bebas stunting tahun 2030.

Sementara itu, Wakil Bupati Madun dr. Purnomo Hadi menegaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan dasar ibu dan anak, melainkan telah berkembang menjadi posyandu 6 SPM yang merupakan integrasi layanan yang mencakup enam bidang dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Enam SPM tersebut masing-masing Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman dan Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat, serta Sosial. Wabup Madiun juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak khususnya pada era digilitasi saat ini.

Berita terkait

Rumah Singgah Menjadi Tumpuan, Pasien Kanker Di Solo Dalam Menjalani Pengobatan Jangka Panjang

Rumah Singgah Menjadi Tumpuan, Pasien Kanker Di Solo Dalam Menjalani Pengobatan Jangka Panjang

Spektroom - Pendampingan pasien kanker khususnya anak anak terus dilakukan Yayasan Tunas Sehat Indonesia dengan menyediakan fasilitas pendukung terintegrasi. Fasilitas pendukung berupa rumah singgah menjadi layanan unggulan yang selama ini menjadi tumpuan para keluarga pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang di Rumah Sakit. Pengurus Yayasan Tunas Sehat Indonesia, dr. Suci

Murni Handayani