Mahasiswa UNEJ Luncurkan “Dirty Ledger”, Game Edukasi Forensik Pertama di Indonesia

FEB UNEJ ingin mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan literasi, sehingga game ini menjadi jembatan untuk menghadirkan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman

Mahasiswa UNEJ Luncurkan “Dirty Ledger”, Game Edukasi Forensik Pertama di Indonesia
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) Universitas Jember meluncurkan “Dirty Ledger”, game edukasi forensik pertama di Indonesia. (Foto: humas unej)

Jember-Spektroom : Inovasi mahasiswa Universitas Jember tak pernah surut. Kali ini, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) berhasil mengembangkan sekaligus meluncurkan “Dirty Ledger”, game edukasi forensik pertama di Indonesia yang menggabungkan unsur investigasi, akuntansi forensik, hukum, dan literasi digital dalam satu platform pembelajaran interaktif.

Peluncuran game yang digelar di Ruang GADE (Pegadaian) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember pada Rabu (29/7/2026) menjadi tonggak baru pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi di perguruan tinggi. Dirty Ledger hadir sebagai jawaban atas kebutuhan metode belajar yang lebih adaptif terhadap karakter Generasi Z, yang akrab dengan teknologi digital dan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si., CRA., CMA., memberikan apresiasinya atas kreativitas mahasiswa yang mampu menerjemahkan konsep akademik menjadi inovasi digital yang aplikatif dan bernilai edukatif.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si., CRA., CMA., Kala memberikan sambutannya

“Game ini merupakan kesenangan anak Gen Z. Dirty Ledger adalah karya inovasi mahasiswa yang kami dorong sebagai media pembelajaran. FEB UNEJ ingin mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan literasi, sehingga game ini menjadi jembatan untuk menghadirkan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan metode pembelajaran konvensional. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, sekaligus membangun integritas mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Melalui inovasi ini, ia berharap semakin banyak karya mahasiswa yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat literasi digital bangsa, sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang kreatif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Sambutan Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember, Dr. Rokhani, S.P., M.Si.

Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember, Dr. Rokhani, S.P., M.Si., menjelaskan, Dirty Ledger merupakan salah satu hasil nyata dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026. Program tersebut tidak hanya mendorong mahasiswa menciptakan produk inovatif, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar membangun usaha sekaligus mengembangkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Kami berharap lahir semakin banyak karya mahasiswa yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri,” katanya.

Dirty Ledger dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, memadukan kompetensi bidang ekonomi, akuntansi forensik, teknologi informasi, serta desain permainan edukatif. Pendekatan tersebut menghasilkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui simulasi investigasi digital berbasis penyelesaian kasus.

CEO Dirty Ledger, Divanolita Naila Paramitha , dalam keterangan persnya

CEO Dirty Ledger, Divanolita Naila Paramitha dalam wawancaranya menjelaskan, proses pengembangan game telah dimulai sejak Maret 2026 melalui tahapan riset, penyusunan konsep, pengembangan sistem, hingga pengujian konten agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

“Kami mengangkat konsep case-based learning. Pemain berperan sebagai detektif yang harus mengumpulkan bukti, menganalisis data, mengungkap berbagai kejanggalan, hingga menemukan pelaku dalam setiap kasus. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak hanya bermain, tetapi juga belajar berpikir logis, kritis, dan sistematis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dirty Ledger saat ini telah memasuki proses peninjauan di Google Play Store. Setelah seluruh tahapan selesai, game tersebut akan dapat diakses masyarakat luas sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan mahasiswa UNEJ, tetapi juga pelajar, akademisi, maupun masyarakat yang ingin mempelajari dasar-dasar investigasi forensik secara interaktif.

Peluncuran Dirty Ledger mempertegas komitmen Universitas Jember dalam mendorong budaya inovasi dan kolaborasi lintas disiplin sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kehadiran game edukasi forensik pertama di Indonesia ini sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi digital yang memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan. (Sumber: humas unej)

Berita terkait

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Landak - Spektroom : Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan perempuan di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memilih merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda. Sebanyak 300 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan yang digelar Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA) bersama Pemerintah

Apolonius Welly, Buang Supeno
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Jember – Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan

Budi Sucahyono, Buang Supeno