Mahasiswa UNEJ Ubah Potensi Kopi dan Alpukat Tanahwulan Jadi Mesin Ekonomi Desa

Mahasiswa UNEJ Ubah Potensi Kopi dan Alpukat Tanahwulan Jadi Mesin Ekonomi Desa
Peresmian Ruang baca oleh Wakil Rektor III UNEJ. (foto: humas unej)

Jember-Spektroom : Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) melihat besarnya potensi kopi dan alpukat di Desa Tanahwulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Potensi itu mulai diarahkan menjadi kekuatan baru ekonomi masyarakat.

Melalui Program Bumi Wana Mandiri: “Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan Berbasis Komoditas Lokal Agroforestri Menuju Kemandirian Pangan dan Ekonomi Tanahwulan yang Berkelanjutan”, mahasiswa UNEJ mendorong masyarakat tidak lagi hanya menjual hasil kebun sebagai bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

Program yang digagas Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) UNEJ tersebut resmi diluncurkan melalui Grand Launching Bumi Wana Mandiri di Halaman Masjid Yayasan Nurul Hasan, Desa Tanahwulan, Rabu siang (19/8/2026).

Tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi berbasis agroforestri, program ini juga menyentuh aspek kesehatan, pangan, literasi, dan pengelolaan lingkungan. Salah satu terobosan yang diperkenalkan adalah pemanfaatan hasil dan limbah komoditas lokal menjadi produk baru, sekaligus menyulap gudang menjadi ruang baca bagi para santri di lingkungan Yayasan Nurul Hasan.

Ketua Tim PPK Ormawa BEM FKM UNEJ, Mashuda, mengatakan Bumi Wana Mandiri dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat yang ditemukan melalui diskusi serta partisipasi warga.

“Desa Tanahwulan memiliki potensi lokal yang sangat besar, terutama kopi dan alpukat. Kami mencoba mengembangkan potensi tersebut agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Salah satunya melalui pengembangan produk turunan alpukat, seperti stik alpukat atau Poka-Poka, pemanfaatan daun alpukat menjadi teh alpukat, serta pemanfaatan kulit kopi yang selama ini menjadi limbah menjadi pupuk organik cair,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan program tidak hanya diarahkan pada peningkatan nilai ekonomi. Tim juga memberdayakan kader kesehatan melalui edukasi pencegahan stunting, pemanfaatan tensimeter digital untuk membantu pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, serta aplikasi Nutricon untuk membantu kader memonitor status gizi anak.

“Mulai awal Juli kami sudah melakukan pemberdayaan masyarakat. Setelah Grand Launching ini, pendampingan akan terus dilakukan dan monitoring direncanakan secara berkala, sekitar satu hingga dua minggu sekali,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, Tanahwulan memiliki modal ekonomi yang kuat melalui komoditas kopi dan alpukat, tetapi membutuhkan inovasi agar nilai ekonominya meningkat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., kala memberikan sambutannya

“Potensinya luar biasa secara ekonomi. Ada kopi, ada alpukat yang bisa dikembangkan. Jangan sekadar dijual buahnya, tetapi bisa dikemas dan dipasarkan dengan baik sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya yang dimiliki Desa Tanahwulan,” katanya.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan mahasiswa dapat diteruskan masyarakat setelah program berakhir sehingga benar-benar berdampak terhadap ekonomi keluarga.

“Pasca program ini harapannya masyarakat bisa meneruskan, mengembangkan, dan betul-betul mendapatkan manfaat dalam rangka peningkatan ekonomi keluarga maupun ekonomi masyarakat Tanahwulan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan keterlibatan UNEJ di Bondowoso merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat. UNEJ memiliki Kampus Bondowoso dan selama ini telah menjalankan berbagai program pemberdayaan melalui KKN maupun program pengembangan komoditas lokal, termasuk penguatan kopi di Bondowoso.

Edi Mulyono, Kepala Desa Tanahwulan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, kala memberikan sambutannya

Sementara itu, Kepala Desa Tanahwulan, Edi Mulyono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UNEJ. Ia menyebut program PPK Ormawa merupakan pengalaman pertama bagi Desa Tanahwulan dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.

“Warga Tanahwulan antusias dan semangat dengan adanya usaha-usaha seperti ini. Harapan kami ke depan terus bekerja sama dengan UNEJ. Pemerintah Desa akan berusaha meneruskan program-program yang sudah dirintis adik-adik PPK Ormawa untuk meningkatkan ekonomi desa,” ungkapnya. (Sumber: humas unej)

Berita terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspada Angin Kencang Masih Terjadi Pada Sejumlah Wilayah Maluku Utara

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspada Angin Kencang Masih Terjadi Pada Sejumlah Wilayah Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini berlaku untuk periode 14 - 20 September 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Muhamad Dzikri

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Belajar AI, Bukan Bukan Bisa Pakai tapi Paham

Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Belajar AI, Bukan Bukan Bisa Pakai tapi Paham

Purwokerto-Spektroom : Bagi sebagian pelajar, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian. Mulai dari mencari ide tugas, membuat rangkuman, hingga membantu menghasilkan konten. Namun, memakai AI ternyata tidak cukup. Pelajar juga perlu tahu cara menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab. Hal itu yang dikenalkan Polresta Banyumas

Bian Pamungkas