Manasik Dipadatkan, Pembinaan Diperkuat: 1.559 Jemaah Kalteng Siap Menuju Tanah Suci

Pembinaan bukan hanya soal tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan jemaah.

Manasik Dipadatkan, Pembinaan Diperkuat: 1.559 Jemaah Kalteng Siap Menuju Tanah Suci
Foto bersama Kepala Kanwil Kemenag Prov Kalimantan Tengah H.M. Yusi Abdhian, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Plh Kakankemenag Kota Palangka Raya H. Gunawan, unsur perbankan syariah, pimpinan KBIHU. (Foto: humas Kemenag KTG)

Spektroom – Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kota Palangka Raya Tahun 1447 H/2026 M menjadi penanda dimulainya rangkaian pembinaan bagi ribuan calon jemaah haji Kalimantan Tengah. Meski jumlah pertemuan dipangkas, kualitas pembinaan ditegaskan tetap menjadi prioritas utama.

Bertempat di Aula Arafah Asrama Haji Al-Mabrur, Senin (23/2/2026), kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H.M. Yusi Abdhian, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Plh Kakankemenag Kota Palangka Raya H. Gunawan, unsur perbankan syariah, pimpinan KBIHU, serta penyelenggara travel haji dan umrah. Ratusan jemaah calon haji bersama para petugas pendamping turut mengikuti pembukaan tersebut.

Dalam arahannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Kalteng H. Hasan Basri menegaskan bahwa pembinaan merupakan ruh utama penyelenggaraan haji sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015. Pembinaan, katanya, bukan hanya soal tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan jemaah.

Hasan Basri menjelaskan, berdasarkan keputusan terbaru Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, jumlah pertemuan manasik kini disesuaikan menjadi lima kali dari sebelumnya delapan kali.
“Penyesuaian ini imbas efisiensi anggaran dan waktu. Namun kualitas materi tidak boleh turun. Pembinaan ibadah adalah tugas inti kami agar jemaah benar-benar siap secara ilmu sebelum berangkat,” tegas Hasan Basri.

Untuk musim haji 1447 H/2026 M, kuota Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 1.559 orang, terdiri dari 1.469 jemaah reguler, 78 jemaah prioritas lansia, 9 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 3 pembimbing KBIHU. Angka ini menjadi tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh proses berjalan tertib dan terarah.

Ia juga mengingatkan pimpinan KBIHU agar taat regulasi dan memastikan pembimbing ibadah memiliki sertifikasi resmi. Menurutnya, waktu manasik yang terbatas harus ditopang pembinaan berkelanjutan di luar forum formal.

Senada, Kakanwil Kemenag Kalteng H.M. Yusi Abdhian menekankan pentingnya kemandirian jemaah dalam memahami fikih haji. Ia berharap keterbatasan waktu tatap muka tidak menjadi alasan untuk kurangnya kesiapan.
“Haji bukan hanya ibadah fisik, tetapi ibadah ilmu. Manfaatkan waktu untuk belajar. Kalau fisik siap dan ilmu kuat, insya Allah peluang meraih haji mabrur semakin terbuka,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar mengedepankan pelayanan ramah dan responsif, terutama bagi 78 jemaah prioritas lansia yang memerlukan perhatian ekstra.

Manasik boleh dipadatkan, tetapi komitmen pembinaan tak boleh disunat. Dengan sinergi pemerintah, KBIHU, dan kesungguhan jemaah, harapannya satu: berangkat dengan bekal ilmu, pulang dengan kemabruran. (P/M)

Berita terkait