Manjawet Uwei di FBIM 2026, Saat Anyaman Rotan Dayak Menjadi Cerita Identitas dan Kreativitas

Manjawet Uwei di FBIM 2026, Saat Anyaman Rotan Dayak Menjadi Cerita Identitas dan Kreativitas
Peserta nomor tampil 5 saat dipantau tim juri lomba menjawet uwei. (Foto: MC. PRaya)

Palangka Raya-Spektroom : Jemari para peserta bergerak cekatan menyusun helaian rotan menjadi pola-pola khas yang sarat makna. Di tengah semarak Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, tradisi Manjawet Uwei atau menganyam rotan tidak sekadar diperlombakan, tetapi menjadi ruang merawat identitas budaya Dayak sekaligus menunjukkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Suasana Halaman Belakang GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Selasa (19/5/2026), dipenuhi kesabaran dan ketelitian para peserta yang selama hampir delapan jam merangkai rotan menjadi karya seni bernilai budaya.

Sebanyak sembilan peserta dari kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah tampil membawa ciri khas daerah masing-masing melalui motif, pola, dan filosofi anyaman yang ditampilkan dalam lomba Manjawet Uwei pada rangkaian FBIM 2026.

Koordinator Lomba Manjawet Uwei, Maria Doya Aden mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan budaya Dayak kepada generasi muda agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman.

“Manjawet Uwei ini kami hadirkan agar generasi muda mengenal budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak. Kami ingin mereka mengetahui bahwa budaya ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari identitas daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema “Pesona Kalimantan Tengah” memberi kebebasan bagi peserta untuk mengeksplorasi kreativitas melalui motif anyaman yang merepresentasikan karakter daerah masing-masing.

Menurut Maria, rotan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar modern.

Kini, anyaman rotan Dayak tidak lagi terbatas sebagai perlengkapan tradisional masyarakat, tetapi mulai berkembang menjadi produk kreatif seperti tas, dompet, aksesoris, hingga dekorasi interior bernilai jual. Melalui FBIM 2026, inovasi kerajinan lokal berbahan rotan diharapkan terus tumbuh, membuka peluang ekonomi bagi perajin, sekaligus memastikan warisan budaya Dayak tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.(Polin-Usep)

Berita terkait

Kunjungi Tanimbar, Kapolda Maluku Kawal Kesiapan Groundbreaking Blok Masela, Tegaskan Komitmen Jaga Investasi Strategis Nasional

Kunjungi Tanimbar, Kapolda Maluku Kawal Kesiapan Groundbreaking Blok Masela, Tegaskan Komitmen Jaga Investasi Strategis Nasional

Ambon–Spektroom: Menjelang pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela yang dijadwalkan pada akhir Juni 2026, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, turun ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk memastikan kesiapan pengamanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat guna menjamin kelancaran salah satu proyek energi terbesar di Indonesia. Kunjungan

Eva Moenandar, Bian Pamungkas