Trending

Maskot Porprov XVI Sumbar Si Rimau Muncul di CFD Padang, Bikin Warga Penasaran

Maskot Porprov XVI Sumbar Si Rimau Muncul di CFD Padang, Bikin Warga Penasaran
Si Rimau, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. (Foto: jiga/KONI Sumbar)

Padang-Spektroom : Arena di kawasan Car Free Day (CFD) Padang, suasananya lebih semarak dari biasanya. Di tengah warga yang berolahraga, berjalan santai, dan menikmati pagi, muncul sosok harimau berbaju adat Minangkabau yang sontak mencuri perhatian.

Dialah Si Rimau, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.

Kehadiran Si Rimau bukan sekadar untuk menghibur warga. Maskot berbentuk Harimau Sumatera itu menjadi bagian dari sosialisasi untuk mengenalkan kembali Porprov kepada masyarakat setelah ajang olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut sempat vakum sekitar delapan tahun.

Minggu pagi (6/9/2026), Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar memperkenalkan Si Rimau kepada masyarakat yang memadati kawasan CFD Padang.

Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan Kantor Dispora/KONI Sumbar. Sejumlah pejabat dan pengurus olahraga daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi dan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus.

Warga pun terlihat antusias mengikuti senam. Namun, perhatian semakin tertuju ketika Si Rimau tampil di tengah kerumunan.

Usai senam, warga bergantian mengajak maskot tersebut berfoto. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa ikut mengabadikan momen bersama Si Rimau.

Tak sedikit pula warga yang kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya tentang Porprov.

Pertanyaannya sederhana, tetapi menunjukkan rasa penasaran yang cukup besar: kapan Porprov dimulai, daerah mana saja yang menjadi tuan rumah, berapa cabang olahraga yang dipertandingkan hingga bagaimana mekanisme pelaksanaannya.

Warga Kota Padang terutama anak-anak dan remaja antusias berfoto dengan Si Rimau.

Tim PB Porprov yang dikoordinir Ketua Seksi Acara, Silfi Fatayani, dengan ramah melayani berbagai pertanyaan tersebut.

“Warga ternyata cukup antusias. Banyak yang bertanya karena sudah lama Porprov tidak digelar. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat,” ujar Silfi.

Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi mengatakan sosialisasi melalui ruang publik seperti CFD penting agar Porprov tidak hanya dikenal oleh insan olahraga, tetapi juga masyarakat luas.

“Porprov ini milik masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat perlu tahu dan ikut menyukseskannya,” katanya.

Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov XVI.

“Kita ingin Porprov kembali menjadi pesta olahraga yang dekat dengan masyarakat. Mari kita ramaikan dan dukung atlet-atlet Sumbar,” ujarnya.

Bagi sebagian pengunjung CFD, kehadiran Si Rimau menjadi pengalaman yang menarik.

“Awalnya saya kira ini hanya maskot biasa. Setelah tahu ini maskot Porprov, jadi penasaran juga kapan pertandingannya,” ujar salah seorang pengunjung CFD.

Pengunjung lainnya mengaku senang karena Porprov kembali digelar setelah cukup lama tidak terdengar gaungnya.

“Sudah lama tidak ada Porprov. Semoga pelaksanaannya meriah dan atlet-atlet kita bisa menunjukkan prestasi terbaik,” katanya

Si Rimau memang dibuat agar mudah dikenali. Sosok Harimau Sumatera menjadi tokoh utama, dipadukan dengan busana tradisional Minangkabau lengkap dengan mahkota.

Wakil Ketua II PB Porprov XVI sekaligus Waketum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan pemilihan Harimau Sumatera memiliki filosofi kuat.

“Harimau Sumatera melambangkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, kecepatan dan semangat juang. Itu adalah karakter yang juga harus dimiliki seorang atlet,” jelas Dolla.

Ekspresi Si Rimau yang ceria dan dinamis juga menggambarkan sisi lain olahraga. Bahwa kompetisi bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang kegembiraan, persahabatan dan semangat positif.

Sementara busana adat Minangkabau yang dikenakan Si Rimau menjadi penegas identitas Sumatera Barat.

“Busana tradisional Minangkabau menegaskan identitas budaya Sumbar. Jadi Porprov bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan budaya daerah,” katanya.

Di bagian mahkota terdapat slogan “SUMBAR HEBAT – OLAHRAGA JUARA”.

Slogan itu sekaligus menjadi pesan utama Porprov XVI Sumbar 2026: olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang untuk membangun kebanggaan daerah.

Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026, dengan mempertandingkan 53 cabang olahraga, diselenggarakan di 12 daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai serta melibatkan kabupaten/kota di Sumatera Barat, (RRE/jiga)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru