Masyarakat Segonde Tuntut Proyek PLTMH Ikut Bangun Jalan Rusak

Masyarakat Segonde Tuntut Proyek PLTMH Ikut Bangun Jalan Rusak
Suasana Mediasi tuntutan masyarakat terhadap kontribusi pembangunan Proyek Pembangkit Litrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) terhadap kerusakan jalan. (Foto: Kurnadi)

Spektroom – Warga Dusun Segonde, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Jumat (26/9/2025).

Pertemuan berlangsung di Kantor Camat Kecamatan Tujuh Belas dan membahas kontribusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) terhadap pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Dalam forum audensi itu, masyarakat menyampaikan aspirasi langsung kepada Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis.

Warga meminta agar perusahaan yang mengelola PLTMH segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat, khususnya memperbaiki kerusakan jalan sepanjang lima kilometer yang selama ini menjadi akses utama warga.

Masyarakat Desa Segonde. (Foto: Kurnadi)

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak sudah sangat mengkhawatirkan. Mereka khawatir jika dibiarkan berlarut-larut, jalan tersebut akan rawan kecelakaan, apalagi hampir setiap hari dilalui masyarakat untuk beraktivitas.

Menanggapi hal itu, Bupati Bengkayang menegaskan bahwa pembangunan jalan sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Hanya saja, katanya, Pemkab Bengkayang masih terbatas anggaran sehingga rencana pembangunan belum bisa segera direalisasikan. Panjang jalan lima kilometer butuh biaya sekitar Rp25 miliar. Namun karena keterbatasan anggaran, jalan itu belum bisa dikerjakan, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pisak, Rantau, meminta agar ada sosialisasi intensif kepada masyarakat terdampak proyek PLTMH. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan membuat warga merasa dilibatkan dan mendapat perhatian.

Dari pihak perusahaan, Andi Trihandoko, perwakilan PT Tridaya Energi Bengkayang, menyampaikan komitmen untuk mengutamakan kearifan lokal. Ia menegaskan pihaknya akan menjaga komunikasi dengan masyarakat dan kontraktor agar pembangunan PLTMH berjalan selaras dengan kepentingan warga.

Tokoh masyarakat, Dominikus, juga menekankan agar perusahaan benar-benar merealisasikan pembangunan jalan.

Senada, Ketua Adat Dusun Segonde, Acut, menilai perlunya kesepakatan yang jelas sehingga masyarakat tidak merasa diabaikan.

Hendri, perwakilan kontraktor, menambahkan bahwa mereka akan tetap melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan.

“Kami berkomitmen mengutamakan kearifan lokal di setiap aspek proyek,” katanya.

Audensi itu akhirnya menegaskan bahwa masyarakat sangat mendukung kehadiran pembangunan PLTMH. Namun, mereka berharap perusahaan juga bisa memberi kontribusi nyata, khususnya dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi kegiatan sehari-hari warga Dusun Segonde.

Berita terkait

UNEJ dan Ditjen LIP Perkuat Sinergi Optimasi Lahan Non-Rawa di Jember

UNEJ dan Ditjen LIP Perkuat Sinergi Optimasi Lahan Non-Rawa di Jember

Jember-Spektroom : Universitas Jember (UNEJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) guna menggarap potensi besar lahan non-rawa di Kabupaten Jember. Sinergi ini diwujudkan melalui pelaksanaan perencanaan teknis Survey, Investigation, and Design (SID) Optimasi Lahan Non-Rawa 2026

Julianto
Jember Jadi Kabupaten Pertama di Tapal Kuda yang Memiliki MPP Mini Terbanyak

Jember Jadi Kabupaten Pertama di Tapal Kuda yang Memiliki MPP Mini Terbanyak

Jember-Spektroom : Bupati Jember Muhammad Fawait, secara resmi meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan, salah satunya di Kecamatan Tanggul. Kebijakan ini merupakan upaya terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat di wilayah pinggiran. Langkah ini menjadikan Jember sebagai kabupaten pertama di Tapal Kuda yang

Budi Sucahyono, Julianto