May Day 2026, Kemesraan Pengusaha Pekerja demi Kebahagiaan Keluarga dan Stabilitas Ekonomi
Jakarta - Spektroom : May Day atau Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei adalah momen global untuk menuntut hak-hak pekerja dan merayakan solidaritas buruh.
Di berbagai negara, May Day dirayakan dengan pawai, demonstrasi, hingga festival musim semi. Meskipun sejarahnya berakar dari Chicago, Amerika Serikat.
Di Indonesia, Hari Buruh diperingati sejak masa kolonial Belanda, tepatnya pada 1 Mei 1918. Kemudian sejak tahun 2014, pada 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013.
Pada May Day 2026 buruh akan menyampaikan sejumlah tuntutan strategis kepada pemerintah.
Salah satu tuntutan utama adalah ratifikasi Konvensi ILO 190 terkait penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, serta Konvensi 188 mengenai perlindungan pekerja sektor perikanan
Mendorong pembentukan regulasi bagi pengemudi ojek online (ojol) serta percepatan penyusunan undang-undang (UU) ketenagakerjaan baru yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan perkiraan massa mencapai 400.000 buruh akan berkumpul jam 7 pagi di Silang Monas, Jakarta. May Day akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden Prabowo akan memberikan kejutan khusus bagi para buruh" ujar Andi saat jumpa pers di Jakarta, Senin, (27/4/202)
Polda Metro Jaya menyiagakan 24.980 personel gabungan untuk mengawal peringatan Hari Buruh di beberapa titik Jakarta.
"Kami hadir mengedepankan pendekatan humanis agar aspirasi rekan-rekan buruh dapat tersampaikan dengan baik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Kamis (30/4/2026).
Suroso pekerja otomotif divisi Nusa metal menyebutkan perusahaannya mengutus karyawan beserta keluarga untuk memperingati May Day.
"Peserta 162 terdiri dari 104 Karyawan dan 58 anggota keluarga" ujarnya kepada Spektroom, Kamis (30/4/2026) malam
Di balik roda ekonomi yang terus berputar, ada keringat dan dedikasimu. Suara buruh lebih kuat jika disampaikan dengan cara yang damai, tertib, dan bermartabat.
Mari jadikan momentum May Day kali ini untuk berdialog secara sehat demi kesejahteraan, bukan dengan tindakan destruktif. Aksi damai adalah bukti kelas pekerja yang cerdas.