MDT Ma’arif Al Furqon Kacongan Wisuda 23 Santri, Pengurus Perkuat Fondasi IMTAQ Generasi Muda
Sumenep - Spektroom : Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ma’arif Al Furqon Desa Kacongan mewisuda 23 santri PAUD dan Diniyah sebagai bentuk keberhasilan lembaga dalam membangun fondasi keilmuan dan akhlak bagi generasi muda, Minggu malam (21/6/2026).
Prosesi wisuda yang dikemas dalam kegiatan Haflatul Imtahan ke-10 PAUD dan MDT Ma’arif Al Furqon berlangsung khidmat dengan dihadiri para wali santri, tokoh agama, pengurus lembaga, serta masyarakat setempat.
Mewakili panitia dan pengurus MDT Ma’arif Al Furqon, Syarafudin Nawawi menegaskan bahwa pendidikan usia dini menjadi fondasi utama dalam membangun generasi emas bangsa.
“Kalau membangun rumah harus dimulai dengan fondasi yang kokoh, maka membangun generasi masa depan juga harus dimulai dengan pendidikan yang kuat sejak usia dini, terutama melalui pembekalan aqidah dan akhlak,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menjelaskan, keberhasilan mewisuda 23 santri tidak lepas dari dukungan penuh para wali santri dan masyarakat yang selama ini ikut mengawal proses pendidikan di lembaga tersebut.
Menurutnya, para wisudawan telah dibekali dasar-dasar ilmu keagamaan yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Malam ini kami berhasil mewisuda 23 santri PAUD dan Diniyah yang insya Allah telah memiliki dasar-dasar ilmu amaliyah sebagai bekal melanjutkan pendidikan dan kehidupan mereka,” katanya.
Syarafudin menambahkan, selama satu dekade berdiri, MDT Ma’arif Al Furqon telah menjadi bagian dari ikhtiar Nahdlatul Ulama dalam memperkuat pendidikan umat di tingkat akar rumput.
“Selama 10 tahun, lembaga ini terus berupaya mempersiapkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus berlandaskan iman dan takwa,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, KH Abd. Wafi Dumyati menyampaikan ceramah motivasi kepada para wali santri. Ia menekankan bahwa keberhasilan anak dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau madrasah, tetapi juga oleh keharmonisan keluarga dan kualitas rezeki yang diberikan orang tua.

“Keberhasilan anak sangat dipengaruhi oleh kehidupan rumah tangga kedua orang tuanya. Keluarga yang rukun dan penuh kasih sayang akan melahirkan generasi yang baik,” tuturnya.
KH Abd. Wafi juga mengingatkan pentingnya mencari nafkah yang halal dan menjauhi segala bentuk kecurangan.
“Jangan sekali-kali anak kita diberi makan dari hasil korupsi, kecurangan, mengurangi timbangan, atau bentuk ketidakjujuran lainnya jika ingin mendapatkan keluarga yang beruntung,” tegasnya.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak para wali santri meneladani filosofi kehidupan kambing yang menurutnya memiliki pelajaran berharga bagi manusia.
“Kambing tidak tidur lagi setelah bangun pada malam hari hingga pagi. Karena itu, mari biasakan bermunajat pada sepertiga malam terakhir dan jangan tidur setelah Subuh. Insya Allah keluarga yang beruntung akan tercapai,” pesannya.
Wisuda ke-10 MDT Ma’arif Al Furqon tersebut menjadi momentum penting bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Desa Kacongan untuk terus memperkuat pendidikan karakter, aqidah, dan akhlak generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.( Ruslan Irianto ).