Melalui ekstrakurikuler Market Juara, SMKN Jawa Tengah Gembleng Siswa Berwirausaha

Melalui ekstrakurikuler Market Juara, SMKN Jawa Tengah Gembleng Siswa Berwirausaha
Siswa SMK Negeri Jawa Tengah dalam ptogram ekstrakurikuler Market Juara, sedang mempraktekkan karya spray antibau helm Helmora.(Foto:Diskomdigi Jateng/Sigit)

Semarang-Spektroom: Menjadi kawah candra dimuka bagi siswa kurang mampu, SMK Negeri Jawa Tengah terus membuat terobosan dalam membekali anak didiknya dengan keterampilan hidup.

Melalui ekstra kurikuler Market Juara, para siswa belajar berwira usaha dengan modal berasal dari patungan guru dan alumni, sehingga mereka dapat memulai usaha tanpa harus merogoh kocek pribadi.

Guru Pembimbing Market Juara, Liliek Handoko, mengatakan program tersebut bertujuan membekali siswa dengan kemampuan berwira usaha, dan mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Hal itu penting, karena seluruh siswa SMK Negeri Jateng berasal dari keluarga kurang mampu.

“Ekstrakurikuler ini nyambung dengan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Di sini mereka bisa mempraktikkan teori dengan aksi nyata,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Dalam ekstrakurikuler Market Juara, Liliek dan dua guru pembimbing lain Iga Astikafitri, serta Fuad Hasyim, memberikan pendampingan juga arahan.

Modal awal usaha berasal dari gotong royong guru pembimbing, serta dukungan alumni SMK Negeri Jateng yang telah berhssil.

Hal itu sesuai semangat Gubernur Ahmad Luthfi, yang meletakkan persatuan dan gotong royong, sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Seluruh keuntungan yang diperoleh kemudian diputar kembali sebagai modal usaha, agar program dapat terus berkelanjutan.

“Karena siswa kami berasal dari keluarga tidak mampu, modal awal kami, dari patungan guru pembimbing dan CSR dari kakak-kakak alumni, yang sudah bekerja untuk membiayai adik-adik mereka,” ungkapnya.

Saat ini terdapat dua unit usaha yang masih berjalan, yakni produk spray antibau helm Helmora dan paket wisata Dusun Tayeman, Kopeng, di lereng Gunung Merbabu.

Sejak diluncurkan pada Februari 2026, terang Liliek, spray antibau helm Helmora telah terjual hampir 100 botol.

Produk tersebut dibuat dari ekstrak kulit nanas, lemon, dan daun sirih, yang mengandung flavonoid, tanin, fenol, serta minyak atsiri.

Berdasarkan uji laboratorium Balai Laboratorium Kesehatan (Balabkes) Jawa Tengah, kandungan tersebut tidak hanya memberikan aroma segar, tetapi juga membantu melawan kuman.

Pemasaran Helmora dilakukan melalui platform daring dan penjualan langsung saat Car Free Day. Produk itu tersedia dalam dua ukuran, yakni 60 ml seharga Rp8.000 dan 100 ml seharga Rp15.000.

Sedangkan paket wisata Dusun Tayeman di lereng Gunung Merbabu telah diminati wisatawan lokal hingga mancanegara, termasuk Jepang.

Dengan tarif Rp100.000, pengunjung dapat menikmati suasana slow living di Dusun Tayeman, trekking di Gunung Andong, serta menyaksikan kesenian tradisional Soreng.

“Harapannya, ini menjadi pilot project agar mereka dapat belajar berwirausaha meski dimulai dari usaha kecil. Selain itu, kami berharap usaha ini dapat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkas Liliek.  

Berita terkait

Pemkot Ambon memperkuat sinergi bersama FPK dan Paguyuban Etnis Perkuat Persaudaraan

Pemkot Ambon memperkuat sinergi bersama FPK dan Paguyuban Etnis Perkuat Persaudaraan

Ambon-Spektroom: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ambon memperkuat sinergi bersama Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kota Ambon dan perwakilan pengurus paguyuban etnis dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat. Pertemuan bersama pengurus FPK dan perwakilan pengurus paguyuban yang tergabung dalam

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
POLRI PERKUAT KESIAPSIAGAAN HADAPI BENCANA (AMAN NUSA II 2026), MELALUI LATIHAN OLAH STRATEGI.

POLRI PERKUAT KESIAPSIAGAAN HADAPI BENCANA (AMAN NUSA II 2026), MELALUI LATIHAN OLAH STRATEGI.

Ambon-Spektroom: Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam melalui Latihan Olah Strategi (Aman Nusa II Tahun 2026) yang digelar Stamaops Mabes Polri bersama seluruh jajaran Polda, Kamis (17/9/2026). Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan kesiapan personel, sistem komando, komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi situasi bencana yang

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor di NTB

Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor di NTB

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menempatkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Kepastian tersebut tidak hanya menyangkut proses perizinan, tetapi juga legalitas usaha dan dukungan ekosistem hukum yang memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan investasinya. Hal itu ditegaskan Wakil

Marsam Putrangga, Julianto
ссс