Menag: Hindari Euforia Akhir Tahun, Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial
Spektroom - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya menjadikan penghujung tahun sebagai momentum refleksi spiritual dan penguatan nilai kebangsaan, bukan diisi dengan euforia berlebihan yang minim makna.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun dan Doa Bersama bertema “Menguatkan Spirit Kebangsaan di Penghujung Tahun Bersama Al-Qur’an” di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), Jakarta. Jum’at (26/12/2025)
Pesan Menag ini, tentunya masih sangat relevan dengan kondisi yang terjadi akhir akhir ini di Indonesia. Kita ketahui bersama, bahwa BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga penghujung tahun. Sejumlah bencana pun telah terjadi dan masih butuh penanganan serius, mulai dari Aceh dan Sumatra, Sulawesi, Papua, Jawa hingga wilayah Kalimantan Selatan, yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bencana lainnya yang masih terasa kebakaran, tanah longsor serta laka lantas dan sebagainya.
Menag menyampaikan bahwa akhir tahun seharusnya menjadi waktu untuk melakukan muhasabah, memperkuat kedekatan kepada Allah SWT, serta meneguhkan komitmen kebangsaan. Menurutnya, Al-Qur’an memberikan pedoman agar setiap momentum kehidupan dimaknai secara bijak dan produktif.
“Penghujung tahun ini mari kita isi dengan refleksi, doa, dan kegiatan yang membawa keberkahan. Jangan dihabiskan dengan hura-hura yang tidak memberi manfaat bagi diri, masyarakat, maupun bangsa,” ujar Menag.
Menag juga mengajak civitas academica PTIQ dan mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengimbau agar sebagian rezeki disalurkan kepada saudara-saudara yang terdampak musibah, khususnya masyarakat di Aceh.
“Solidaritas dan empati adalah wujud nyata ajaran Al-Qur’an. Saat saudara kita tertimpa musibah, kehadiran dan bantuan kita, sekecil apa pun, sangat berarti,” tegasnya.
Menag juga mengajak mahasiswa untuk berdoa bersama dan mendoakan kerukunan, kedamaian Indonesia. Menag berharap bangsa Indonesia senantiasa dilindungi dari perpecahan, diberi kekuatan untuk menjaga persatuan, serta dianugerahi kehidupan berbangsa yang rukun dan harmonis.
“Kerukunan dan kedamaian adalah modal utama pembangunan bangsa. Kita mohon kepada Allah SWT agar Indonesia selalu berada dalam lindungan-Nya, damai, bersatu, dan maju,” ucapnya.
Menag mendorong mahasiswa PTIQ untuk membangkitkan semangat prestasi dan optimisme menyongsong tahun yang akan datang. Ia menekankan pentingnya generasi muda Al-Qur’an menjadi teladan dalam keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada bangsa.
“Jadikan tahun yang akan datang sebagai tahun peningkatan prestasi. Mahasiswa PTIQ harus tampil sebagai generasi unggul yang menguasai ilmu, berakhlak Qur’ani, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
(Polin-Riri)