Menanti Hari Esok : Saat Roda Ekonomi UMKM Terganjal Jaminan Bank

Menanti Hari Esok : Saat Roda Ekonomi UMKM Terganjal Jaminan Bank
Roda ekonomi kelas bawah hanya bisa terus berputar jika pintu modal dibuka lebar-lebar tanpia sumbatan birokrasi. ( Foro Istimewa )

Jakarta - Spektroom : Asa di Tengah Keringnya Ekonomi Akar Rumput.

"Betapa sulit saat ini. Harga kebutuhan pokok, bahkan sayur-mayur dan kacang tanah semuanya naik," keluh Ibu Itoh sambil menghela napas pasrah.

Bagi Ibu Itoh dan jutaan pelaku UMKM kuliner di Indonesia, roda ekonomi saat ini bagaikan rerumputan mengering yang tertiup angin. Belum sepenuhnya pulih dari hantaman badai pandemi Covid-19, mereka kini harus kembali memutar otak menghadapi gejolak ekonomi global dan penurunan daya beli masyarakat domestik.

Pedagang butuh modal usaha tapi sulit didapat di bank (Foto Spektroom)

Di tengah situasi pelik ini, modal kerja menjadi satu-satunya napas buatan agar usaha mereka tetap bertahan. Pemerintah sebenarnya telah menyediakan karpet merah lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target penyaluran raksasa sebesar Rp 290 triliun pada tahun 2026.

Namun, di meja-meja bank penyalur, realita kerap tak seindah regulasi.

Pemerintah Tegaskan: KUR di Bawah Rp 100 Juta Tanpa Jaminan !

Menanggapi banyaknya hambatan di lapangan, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) langsung mengambil sikap tegas. Deputi Bidang Kewirausahaan sekaligus Juru Bicara Kementerian UMKM, Riza Damanik, memastikan bahwa pengajuan KUR dengan plafon hingga Rp 100 juta mutlak tidak boleh dimintai jaminan tambahan berbentuk apa pun

"Calon penerima KUR hingga Rp 100 juta cukup menggunakan agunan pokok berupa usaha yang dibiayai melalui KUR," tegas Riza.

Artinya, sertifikat tanah, BPKB kendaraan, atau aset pribadi lainnya (agunan tambahan) hanya boleh diminta untuk pinjaman di atas Rp 100 juta.

Kementerian UMKM RI di Jl. Gatot Subroto No. Kav. 94, Pancoran, Jakarta Selatan 

Pemerintah meminta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan oknum bank yang masih bandel meminta agunan tambahan atau bahkan memungut biaya jasa (fee) ilegal dalam proses pengurusan KUR mikro.

Sengkarut BI Checking : Sudah Lunas Tapi Tetap Ditolak

Kendati aturan jaminan sudah klir, di lapangan muncul batu sandungan lain yang menjepit pelaku usaha: catatan hitam SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) atau yang dahulu dikenal sebagai BI Checking.

Banyak manajemen atau oknum bank menolak mentah-mentah pengajuan KUR pelaku UMKM dengan dalih skor kredit yang buruk. Ironisnya, penolakan ini tetap terjadi meskipun pelaku UMKM telah melunasi seluruh utang masa lalu mereka. Riwayat keterlambatan bayar yang terjadi akibat faktor eksternal seperti ambruknya omset saat pandemi atau jepitan ekonomi global saat ini tetap menjadi hantu yang menyandera ruang gerak mereka.

Pedang martabak ini malas pinjammodal ke Bank karena ribet. (Foto Spektroom)

Kondisi eksepsional ini idealnya membutuhkan pertimbangan khusus dari pihak perbankan. Menilai kelayakan UMKM tidak bisa lagi hanya memakai kacamata hitam-putih skor kredit, melainkan harus melihat keberlanjutan usaha (viability) dan iktikad baik dari sang pengusaha di akar rumput.

Secercah Harapan yang Harus Dijaga

Bagaimanapun, denyut kehidupan masa depan UMKM tidak boleh berhenti. Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan hingga 22 Juli 2026, program KUR sebetulnya telah mengalirkan Rp 169 triliun kepada 2,65 juta debitur di seluruh Indonesia.

Dari angka tersebut, ada optimisme yang tumbuh :

Around 1,1 juta debitur merupakan pelaku usaha baru yang akhirnya berhasil menyentuh pembiayaan formal.

Sebanyak 511 ribu pengusaha UMKM dilaporkan berhasil naik kelas dan mengalami peningkatan kapasitas usaha.

Agar angka keberhasilan ini terus tumbuh dan menyentuh orang-orang seperti Ibu Itoh, ketegasan pemerintah dalam mengawasi oknum perbankan sangat dinantikan. Roda ekonomi kelas bawah hanya bisa terus berputar jika pintu modal dibuka lebar-lebar tanpia sumbatan birokrasi dan ketakutan masa lalu.

Berita terkait

IPB University Kirim Tim Ekspedisi Patriot 2026 ke Sijunjung, Dampingi Hilirisasi Sawit di Kawasan

IPB University Kirim Tim Ekspedisi Patriot 2026 ke Sijunjung, Dampingi Hilirisasi Sawit di Kawasan

Sijunjung–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung, Sumatera Barat, menyambut sekaligus melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dari IPB University yang menjalankan program pengabdian masyarakat selama empat bulan di Kawasan Transmigrasi Muara Takung, Kecamatan Kamang Baru. Prosesi penyambutan dan pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Senin (3/

Riswan Idris, Bian Pamungkas
Perkuat Sinergi Keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta Resmikan Operasional JPL 707 Sentolo–Rewulu

Perkuat Sinergi Keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta Resmikan Operasional JPL 707 Sentolo–Rewulu

Bantul – Spektroom : PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Sedayu mengoperasikan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 707 di petak jalan rel Sentolo (STL)–Rewulu (RWL), Senin (3/8/2026). Peresmian tersebut menjadi wujud sinergi

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Deepfake dan Hoaks Jadi Tantangan Baru KIP 2026-2030, Meutya Hafid Targetkan Indeks Keterbukaan Tembus 75

Deepfake dan Hoaks Jadi Tantangan Baru KIP 2026-2030, Meutya Hafid Targetkan Indeks Keterbukaan Tembus 75

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid secara resmi mengambil sumpah jabatan dan mengukuhkan tujuh anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) Periode 2026–2030 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026). Dalam sambutannya, Meutya menegaskan penguatan keterbukaan informasi publik menjadi semakin krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Rafles
Wawako Sawahlunto Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Tekankan Jaga Nama Baik Daerah

Wawako Sawahlunto Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Tekankan Jaga Nama Baik Daerah

Sawahlunto–Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, secara resmi melepas Kontingen Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Sawahlunto yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Pelepasan dilakukan usai apel bulanan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto yang digelar di Lapangan Bola Kaki

Riswan Idris, Bian Pamungkas