Trending

Menanti 'New Gambir': Asa Kembalinya KRL di Jantung Ibu Kota

Menanti 'New Gambir': Asa Kembalinya KRL di Jantung Ibu Kota
Perjalanan KRL Jabodetabek ( Dok KAI )

Jakarta -Spektroom : Bagi para pelaju (commuter) di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), waktu adalah komoditas yang paling berharga. Lonjakan mobilitas masyarakat di kawasan ini tidak main-main meroket hingga 58,11 persen dalam tiga tahun terakhir. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa integrasi transportasi di kawasan strategis seperti Gambir, Jakarta Pusat, sudah tidak bisa ditawar lagi.

Data internal PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan riil ketergantungan publik pada rel besi.

Perjalanan KRL Jabodetabek melesat dari 217.964.892 perjalanan pada tahun 2022, menjadi 344.621.825 perjalanan pada tahun 2025. Ada pertumbuhan masif sebesar 126.656.933 perjalanan yang menegaskan satu hal: masyarakat butuh konektivitas yang mulus.

Nostalgia dan Kerinduan Pengguna Jalan

Joko (bukan nama sebenarnya), seorang pekerja kantoran di kawasan Merdeka Selatan, mengenang masa-masa ketika Stasiun Gambir masih bersahabat dengan dompet dan waktu para pekerja lokal.

"Biasanya pulang kerja saya naik bus PPD ke arah Jatinegara. Tapi kalau ada perlu ke rumah orang tua di dekat Kalibata, saya langsung ke Gambir naik KRL untuk menghindari macet sore hari," kenangnya.

Meskipun kondisi di dalam gerbong kereta saat jam pulang kerja selalu padat, Joko mengaku opsi tersebut jauh lebih efisien. Sayangnya, sejak sterilisasi pasca-Idulfitri 2012, layanan naik-turun penumpang Commuter Line di Gambir resmi dihentikan demi mengurai kepadatan dan memisahkan alur penumpang Kereta Api (KA) Jarak Jauh.

Padat pada sore hari terbebas kemacetan (Foto Spektroom)

Kini, jalur layang di atas Gambir hanya menjadi "perlintasan bisu" bagi ratusan KRL rute Jakarta Kota–Bogor/Nambo yang lewat tanpa menepi.

"Ya tentunya kita sambut baik jika KRL ada lagi di Stasiun Gambir. Jadi lebih mudah kalau mau mudik atau bepergian naik kereta jarak jauh," harap Joko.

Menuju Konsep 'New Gambir

Kerinduan pengguna seperti Joko tampaknya akan segera terjawab. PT KAI tengah merancang cetak biru besar bertajuk "New Gambir". Konsep ini akan menyulap stasiun bersejarah tersebut menjadi hub transportasi terpadu modern yang mengintegrasikan KA Jarak Jauh, KRL, MRT, TransJakarta (BRT), sekaligus kawasan wisata Monas

Tidak sekadar jadi tempat transit mobilitas, New Gambir juga didesain ramah gaya hidup dengan menggabungkan fungsi hospitality, leisure, dan pusat aktivitas kawasan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pengembangan ini dirancang untuk menyesuaikan ritme mobilitas publik yang kian dinamis.

"Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta," ujar Anne di Jakarta.

Urgensi reaktivasi KRL di Gambir kian nyata mengingat koridor Bogor Line yang melintasi Gambir menyumbang porsi terbesar, yakni 153.538.393 perjalanan sepanjang 2025 (sekitar 44,55 persen dari total seluruh perjalanan KRL Jabodetabek). Beban stasiun ini juga sangat tinggi; sepanjang Januari hingga Juli 2026 saja, Gambir telah melayani 3.871.579 pelanggan KA Jarak Jauh dengan memfasilitasi 34 perjalanan KA reguler setiap harinya.

Pengguna KRL top up atau isi ulang Kartu Multi Trip (KMT) di loket Stasiun Tebet, Jakarta Selatan (Foto Spektroom)

Prioritas Keselamatan dan Kesiapan Teknis

Meski rencana ini membawa angin segar, PT KAI memastikan proses transformasi tidak akan dilakukan terburu-buru. Membuka kembali pintu bagi jutaan penumpang Commuter Line di tengah padatnya jadwal KA Jarak Jauh membutuhkan perhitungan matematika operasional yang rumit.

Anne Purba mengungkapkan bahwa KAI mengedepankan aspek keandalan dan keselamatan di atas segalanya.

"Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan (passenger flow), kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi," jelas Anne.

Langkah transformasi ini akan dieksekusi secara bertahap. Melalui perencanaan matang tersebut, masa depan Stasiun Gambir tidak hanya akan diingat sebagai tempat keberangkatan menuju luar kota, melainkan sebagai simpul transportasi tangguh yang melebur sempurna dengan denyut nadi harian masyarakat ibu kota.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles