Mengabdi di Malut Lima Tahun, Pembimas Hindu Dilepas dengan Bangga dan Penuh Haru

Mengabdi di Malut Lima Tahun, Pembimas Hindu Dilepas dengan Bangga dan Penuh Haru
Pelepasan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Maluku Utara setelah mengabdi lima tahun (Foto:Kemenag Malut)

Spektroom - Suasana haru mewarnai pelepasan Pejabat Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Eko Prasetyo pada Rabu (05/11/2025). Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara diwakili Kabag Tata Usaha H. Samsuddin Fatahuddin, menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas dedikasi dan pengabdian Eko Prasetyo yang telah mengabdi lebih kurang lima tahun di Maluku Utara.
“Hari ini ada rasa haru sekaligus bangga, karena kita harus berpisah dengan salah satu ASN terbaik yang selama ini telah bekerja bersama kita dalam suka dan duka, dalam suasana penuh keterbatasan. Kami bangga karena beliau mendapatkan tugas baru di daerah yang lebih luas wilayah kerjanya", ujar H. Samsuddin.
Kabag Tata Usaha juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras, loyalitas, dan komitmen tinggi yang telah ditunjukkan Pembimas Hindu selama bertugas di Kanwil Kemenag Maluku Utara. Kabag Tata Usaha menilai, dedikasi yang ditunjukkan selama ini menjadi bagian penting dari keberhasilan kantor dalam memberikan pelayanan keagamaan, memperkuat kerukunan umat, serta nilai moderasi beragama.
"Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama lebih dari lima tahun di Maluku Utara, harapannya semangat kebersamaan dan nilai kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dibawa dan diterapkan di tempat tugas yang baru. Semoga kariernya semakin menanjak dan membawa manfaat bagi masyarakat yang lebih luas," ucap H. Samsuddin.
Sementara itu, sebagai pejabat yang akan berpisah, Eko Prasetyo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan serta dukungan seluruh jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara selama lebih dari lima tahun masa pengabdiannya. Dirinya mengenang perjalanan panjang tugasnya sejak tahun 2020 yang penuh pengalaman berharga.
Eko juga menyampaikan, secara pribadi dan mewakili keluarga besarnya memohon maaf kepada pimpinan dan seluruh ASN atas segala kekurangan dan kesalahan yang mungkin terjadi selama bekerja dan menjadi bagian dari keluarga besar Kemenag Malut. Menurutnya, setiap pengalaman dan interaksi di lingkungan kerja ini telah menjadi pelajaran berharga untuk terus berbenah dan menjadi ASN yang lebih baik. 
Menutup pesannya, Eko yang saat ini menjabat sebagai Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Jawa Barat, berpesan agar seluruh ASN Kemenag Malut terus menjaga semangat kebersamaan, profesionalisme, dan integritas sesuai dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK dan menjadikan setiap amanah sebagai bentuk pengabdian terbaik dengan semangat melayani dan berkolaborasi demi kemajuan umat beragama di Provinsi Maluku Utara.

Berita terkait

Kampung Nelayan Merah Putih, Program Strategis Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Kampung Nelayan Merah Putih, Program Strategis Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Tanjungpinang-Spektroom : Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan program strategis Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan sarana prasarana teritegrasi di wilyah pesisir. Ketika di hubungi Spektroom, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kepulauan Riau (Kepri), Said Sudrajat menjelasan Pemerintah Propinsi Kepri, pada tahap pertama di tahun anggaran

Desmawati, Rafles
PLN Indonesia Power UBP Ombilin Salurkan Asupan Bergizi untuk Siswa di Sawahlunto, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sehat

PLN Indonesia Power UBP Ombilin Salurkan Asupan Bergizi untuk Siswa di Sawahlunto, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sehat

Sawahlunto-Spektroom : PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Ombilin kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui program kepedulian gizi bagi anak-anak usia dini dan sekolah dasar. Melalui perwakilan manajemen, Hadi Mulyanto serta komunitas Srikandi PLN IP UBP Ombilin, perusahaan menyalurkan asupan bergizi kepada siswa di SDN 19 Sijantang, TK Kasih Ibu, dan

Riswan Idris, Rafles