Perempuan Pegang Peran Strategis Keluarga sebagai Pendidik Utama

Perempuan Indonesia Maju

Perempuan Pegang Peran Strategis Keluarga sebagai Pendidik Utama
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi sebelah kiri, robot dan Kanan, Ketum Perempuan Indonesia Maju, Lana T. Koentjoro (foto Spektroom, Afrizal)

Jakarta - Spektroom : Keluarga adalah institusi paling mendasar dalam pembangunan, jika keluarga kuat, maka masyarakat dan bangsa pun menjadi kuat. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga melalui berbagai kebijakan nasional. Upaya ini bertujuan untuk melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter, serta menciptakan lingkungan perempuan berdaya dan mandiri, sementara laki-laki terlibat aktif dalam pengasuhan dan perlindungan dalam relasi yang setara dan harmonis.

Keluarga menjadi tempat pertama dan utama dalam membangun nilai-nilai kesetaraan gender, penghormatan kepada anak, serta pembentukan karakter bangsa.

"Perempuan memegang peran strategis mulai dari lingkup keluarga sebagai pendidik utama, hingga di tingkat komunitas dan kepemimpinan dalam pengambilan keputusan yang inklusif. Forum, momentum memperkuat komitmen bersama, pemerintah terus mendorong kebijakan yang responsif gender melalui arus utama gender di berbagai sektor, penguatan perlindungan perempuan, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, ketika membacakan sambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dalam Forum Nasional Perempuan dan Rakernas Perempuan Indonesia Maju (PIM) di Jakarta, Rabu (06/05/2026).

Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju memberi keterangan kepada Media Masa

Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro menjelaskan Fokus utama Rakernas kali ini adalah membahas peran krusial perempuan dalam menjaga ketahanan bangsa. Diskusi mencakup berbagai sektor vital, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, pendidikan, hingga upaya pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

Selain itu, aspek sosial budaya juga menjadi perhatian utama sebagai upaya memperkuat identitas perempuan Indonesia. Seluruh hasil diskusi yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut dirangkum menjadi rekomendasi resmi yang nantinya diserahkan langsung kepada pemerintah.


Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026, dihadiri oleh 200 perwakilan dari seluruh wilayah Indonesia untuk bersama-sama merumuskan program kerja nasional yang diimplementasikan ke seluruh penjuru negeri

Kiri Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro mendampingi Kanan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf

Sebagai bagian dari rangkaian acara, pada malam harinya diselenggarakan acara Gala Dinner. Momen ini juga menjadi ajang pemberian anugerah penghargaan kepada para perempuan pembawa perubahan, termasuk ibu-ibu pengurus daerah yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya selama 1 hingga 2 tahun terakhir.

Berita terkait

Program Polisi Mengajar" Pelajar SMA Kristen Saumlaki Dibekali Literasi Hukum dan Pencegahan Bullying

Program Polisi Mengajar" Pelajar SMA Kristen Saumlaki Dibekali Literasi Hukum dan Pencegahan Bullying

Saumlaki-Spektroom : Program unggulan Kapolda Maluku bertajuk “Polisi Mengajar” terus diperluas hingga wilayah kepulauan terluar. Kali ini, jajaran Polres Kepulauan Tanimbar menyasar pelajar di SMA Kristen Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (20/5/2026), guna memperkuat kesadaran hukum, membangun karakter generasi muda, serta mencegah kenakalan remaja dan tindak kriminal di lingkungan

Eva Moenandar, Rafles
Rembuk Otonomi Daerah, Bupati Gowa Dorong Harmonisasi Kebijakan, Infrastruktur Hingga Isu Strategis Daerah

Rembuk Otonomi Daerah, Bupati Gowa Dorong Harmonisasi Kebijakan, Infrastruktur Hingga Isu Strategis Daerah

Gowa-Spektroom : Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengikuti Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (REBOAN) secara virtual di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Rabu (20/5/2026). Dalam rembuk yang diikuti sejumlah kepala daerah tersebut, Bupati Gowa menyampaikan berbagai kondisi dan persoalan strategis yang dihadapi

Nur Jalil Sultan, Rafles