Menghapus Jejak Masa Lalu Pemkot Jakarta Pusat Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Menghapus Jejak Masa Lalu Pemkot Jakarta Pusat Gelar Layanan Hapus Tato Gratis
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (depan, dua dari kanan) memantau pelaksanaan layanan hapus tato gratis yang diadakan Pemkot Jakarta Pusat (Foto: Kominfotik Jakpus).

Jakarta – Spektroom : Satu per satu warga memasuki Ruang Serbaguna Besar Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Di ruangan itu, bukan sekadar antrean layanan kesehatan yang terlihat, tetapi juga harapan untuk memulai hidup dengan lembaran baru. Bagi sebagian peserta, menghapus tato bukan hanya soal menghilangkan gambar di kulit, melainkan meninggalkan kenangan masa lalu yang ingin mereka tutup.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama Baznas Bazis DKI Jakarta kembali menghadirkan layanan hapus tato gratis yang berlangsung pada 29–30 Juni 2026.

Program ini menargetkan 100 peserta sebagai bagian dari peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan layanan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang berharap program serupa dapat digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, banyak warga merasakan manfaat nyata dari layanan ini, sehingga pemerintah akan melakukan evaluasi untuk memperluas jangkauan program.

"Kami bersama Baznas Bazis akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan ini, termasuk kemungkinan menambah waktu pelaksanaan dan kuota peserta. Hapus tato tidak bisa dilakukan hanya sekali, sehingga banyak warga mengusulkan agar program ini diperpanjang," ujarnya.

Proses menghapus tato memang membutuhkan beberapa kali tindakan agar hasilnya maksimal. Karena itu, keberlanjutan program menjadi harapan besar bagi para peserta yang ingin benar-benar menghilangkan tato mereka tanpa harus terbebani biaya yang tidak sedikit.

Harapan itu juga dirasakan Susi (36), warga Serdang, Kemayoran. Baginya, layanan gratis ini menjadi jawaban atas keinginannya menghapus tato yang selama ini terkendala biaya.
Sebelumnya, ia pernah menjalani perawatan di rumah sakit umum. Namun, biaya yang harus dikeluarkan membuat proses tersebut sulit dilanjutkan.

"Alhamdulillah, ada program ini saya bisa ikut lagi tanpa mengeluarkan biaya. Sangat membantu," tuturnya dengan wajah lega.

Di balik alat laser dan antrean peserta, layanan ini menyimpan makna yang lebih dalam. Bukan sekadar menghapus tinta di kulit, tetapi juga memberi kesempatan bagi warga untuk melangkah lebih percaya diri, meninggalkan masa lalu, dan menyambut masa depan dengan semangat baru.

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles
ссс