Menjaga Hutan yang Menjaga Kita: Kisah Papan Imbauan di Jantung Cagar Alam Mandor

Menjaga Hutan yang Menjaga Kita: Kisah Papan Imbauan di Jantung Cagar Alam Mandor
Gerakan pemasangan plang papan Himbauan dan peringatan di kawasan Hutan Cagar Alam Kopiang Mandor Kabupaten Landak Kalimantan Barat oleh KSDA Kalbar bersama Tim terpadu. (Foto: Dok KSDA)

Landak-Spektroom : Ditengah rimbunnya vegetasi hutan kerangas dan hamparan rawa gambut yang sunyi di Cagar Alam Mandor, suara cangkul yang menembus tanah terdengar berbeda pada Rabu pagi (19/8/2026).

Bukan untuk membuka lahan atau membangun permukiman, melainkan untuk menegakkan sebuah pesan sederhana: alam ini harus dijaga.

Di Dusun Kopiang, Desa Mandor, Kabupaten Landak, sejumlah petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama aparat kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa bergotong royong memasang papan imbauan larangan perusakan ekosistem.

Sebuah kegiatan yang tampak sederhana, namun menyimpan makna besar bagi masa depan kawasan konservasi yang telah puluhan tahun menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna khas Kalimantan.

Papan itu berdiri tegak di antara pepohonan. Tulisannya tegas, mengingatkan setiap orang yang melintas bahwa kawasan tersebut bukan sekadar hamparan hutan biasa.

Di balik pepohonan yang tumbuh alami itu tersimpan kekayaan hayati yang menjadi benteng kehidupan, mulai dari hutan kerangas yang unik hingga ekosistem gambut yang berperan penting menyimpan cadangan karbon dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Bagi masyarakat Mandor, cagar alam bukan hanya wilayah yang ditetapkan negara untuk dilindungi.

Kawasan itu juga menjadi bagian dari lanskap kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itulah, pesan yang ingin disampaikan melalui pemasangan papan imbauan tersebut tidak semata-mata soal aturan hukum, tetapi juga tentang kesadaran kolektif untuk merawat warisan alam.

Momentum Hari Konservasi Alam Nasional menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu institusi. Di lapangan, petugas BKSDA, aparat keamanan, dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa perlindungan kawasan konservasi membutuhkan sinergi lintas sektor.

Ancaman perambahan, pembalakan liar, hingga perburuan satwa dilindungi tidak dapat dicegah hanya dengan patroli atau penegakan hukum, melainkan juga dengan keterlibatan masyarakat sebagai penjaga pertama lingkungan di sekitarnya.

Di tengah berbagai tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang terus terjadi, papan imbauan yang berdiri di Cagar Alam Mandor mungkin terlihat kecil.

Namun, pesan yang dibawanya jauh lebih besar: hutan yang lestari akan terus memberi kehidupan bagi manusia.

Karena pada akhirnya, menjaga Cagar Alam Mandor bukan hanya tentang melindungi pohon, satwa, atau bentang alam.

Ini adalah upaya menjaga masa depan, memastikan bahwa generasi yang akan datang masih dapat melihat, merasakan, dan mewarisi kekayaan alam Kalimantan yang hari ini masih tersisa.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti