Menjaga Stabilitas Bangsa: Energi Baru Alumni Menwa UMI Makassar Mengabdi Tanpa Batas

Menjaga Stabilitas Bangsa: Energi Baru Alumni Menwa UMI Makassar Mengabdi Tanpa Batas
Foto : H.Muhammad Syarif SH MH dilantik sebagai Ketua Ikatan Alumni Komisariat UMI Makasar Periode 2026- 2029 ( Yahya Patta )

Makasar - Spektroom :Resimen Mahasiswa (Menwa) bukan sekadar organisasi kemahasiswaan biasa. Ia merupakan wadah strategis dalam memupuk loyalitas, wawasan kebangsaan, jiwa korsa, disiplin, hingga mencetak estafet kepemimpinan masa depan.

Semangat pengabdian inilah yang ditegaskan kembali dalam pelantikan pengurus Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Komisariat Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar periode 2026–2029. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Auditorium Al Jibra, Kampus Urip Sumoharjo, Makassar, pada Sabtu (5/9/2026).

Ketua IARMI Komisariat UMI Makassar terpilih, H. Muhammad Syarif, S.H., M.H., menyatakan bahwa alumni Menwa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas di tengah masyarakat. Usai dilantik, ia mengajak seluruh alumni untuk bergerak aktif, bersinergi, dan berkolaborasi dengan berbagai komponen bangsa demi pembangunan negara.

"Alumni Menwa harus mengambil bagian penting dalam membangun bangsa dan negara," ujar Muhammad Syarif. Pelantikan resmi ini dipimpin langsung oleh Ketua IARMI Sulawesi Selatan, Dr. Bahar Ngitung, serta disaksikan oleh jajaran pengurus alumni Menwa Sulsel dan para alumni lintas generasi. Dalam kepengurusan periode baru ini, Muhammad Syarif akan didampingi oleh Muhammad Said, S.T., M.T. sebagai Sekretaris Umum, Fahrun, S.T. sebagai Bendahara Umum, serta diperkuat oleh beberapa divisi departemen.

Momentum Kebangkitan dan Relevansi Bela Negara

Ketua Harian DPP IARMI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Andi Tamsil, menilai momentum pelantikan ini sebagai titik balik kebangkitan Menwa, baik di lingkungan internal UMI maupun di wilayah Sulawesi Selatan secara luas.

Menurut Prof. Andi Tamsil, status sebagai alumni tidak menjadi alasan untuk berhenti mengabdi. Justru, ruang pengabdian di tengah masyarakat harus diperluas. Ia mengingatkan bahwa tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini telah bergeser dan tidak lagi melulu soal kekuatan militer atau senjata.

"Ancaman nyata saat ini bisa hadir lewat penyebaran berita bohong (hoax), paham radikalisme, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, hingga dinamika persoalan sosial dan ekonomi," urai Prof. Andi Tamsil.

Ia menambahkan, konsep bela negara di era modern harus dimaknai secara luas dan adaptif. Perwujudannya dapat berupa komitmen menjaga persatuan, mempertahankan integritas bangsa, hingga berkontribusi aktif dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Penguatan Kaderisasi di Lingkungan Kampus 

Peran strategis Menwa dalam membentuk karakter generasi muda juga mendapat apresiasi penuh dari pihak birokrasi kampus. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI, Prof. Dr. Kamal Hijaz, S.H., M.H., mengakui kontribusi besar Menwa dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan di kalangan mahasiswa.

Guna mendukung keberlanjutan organisasi, Prof. Kamal Hijaz menyatakan komitmen pihak universitas untuk memberikan perhatian khusus pada sistem pengaderan Menwa. Tujuannya adalah menciptakan model kaderisasi yang lebih baik, adaptif, dan mampu bersaing positif dengan organisasi kemahasiswaan lainnya di lingkungan kampus. Melalui sinergi antara pengurus alumni yang baru dilantik dan dukungan penuh pihak universitas, Menwa UMI Makassar diharapkan terus konsisten melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air.

Berita terkait