Menjaga Terang Lebaran: Upaya PLN Amankan Listrik Idulfitri dan Pasca Idulfitri 1447H

Tim PLN turun langsung ke lapangan. Keandalan listrik di momen puasa Romadhon, Idulfitri dan pasca Idul fitri adalah prioritas utama.

Menjaga Terang Lebaran: Upaya PLN Amankan Listrik Idulfitri dan Pasca Idulfitri 1447H
Petugas PLN berjalan kaki menyusuri Saluran Udara Tegangan Tinggi - SUTT 250 kv Sragen -Ngawi mengamankan Jaringan dari pepohonan yang membahayakan. (Foto: Dok.Pln)

Surakarta-Spektroom : Di balik hangatnya suasana Idulfitri, ada kerja senyap yang memastikan cahaya tetap menyala di setiap rumah. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) bergerak lebih awal, mengamankan jalur-jalur vital kelistrikan demi memastikan masyarakat dapat menjalanjan ibadah puasa, merayakan Lebaran dan menikmati pasca lebaran dengan tenang.

Di wilayah Surakarta dan sekitarnya, perhatian difokuskan pada jaringan transmisi strategis yang menjadi tulang punggung distribusi listrik. Salah satunya adalah jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan Sragen hingga Ngawi.

Jalur ini bukan sekadar bentangan kabel listrik, tetapi nadi yang menjaga kehidupan tetap berjalan, terutama saat kebutuhan energi meningkat di momen Puasa Romadhon, Lebaran dan pasca lebaran.

Tim PLN turun langsung ke lapangan. Mereka menyusuri jalur transmisi, memastikan tidak ada potensi gangguan yang dapat mengancam keandalan sistem. Fokus utama tertuju pada Right of Way (ROW), ruang aman di sekitar jaringan listrik yang harus steril dari vegetasi berisiko.

Satu per satu pohon besar yang berpotensi mengganggu dipangkas dan diamankan. Total 30 pohon dari berbagai jenis seperti jati, mahoni, hingga randu ditertibkan. Langkah ini bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi bagian dari upaya preventif agar listrik tetap stabil saat jutaan masyarakat merayakan hari kemenangan.

General Manager PLN UIT JBT, Handy Wihartady, Kamis, (9/4/2026), menegaskan bahwa keandalan listrik di momen puasa Romadhon, Idulfitri dan pasca Idul fitri adalah prioritas utama. Baginya, keberhasilan menjaga pasokan listrik bukan hanya soal kesiapan infrastruktur, tetapi juga tentang kepercayaan masyarakat.

“PLN ingin memastikan setiap keluarga bisa merayakan masa Idulfitri sampai purna dengan nyaman, tanpa khawatir akan gangguan listrik,” ujarnya.

Namun, upaya ini tidak dilakukan sendiri. Di lapangan, pendekatan humanis menjadi kunci. PLN menggandeng masyarakat sekitar, memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga jarak aman antara pohon dan jaringan listrik.

Darmanto, warga Sambung Macan, Kabupaten Sragen, merasakan langsung pendekatan tersebut. Ia menyebut komunikasi yang dilakukan PLN berlangsung santun dan mudah dipahami, sehingga masyarakat turut merasa memiliki tanggung jawab menjaga keamanan jaringan.

Hal serupa disampaikan Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge, yang menilai kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keandalan sistem transmisi. Menurutnya, sinergi antara PLN dan masyarakat bukan hanya menghasilkan solusi teknis, tetapi juga menciptakan rasa aman bersama, terutama di momen-momen besar.

Melalui langkah-langkah preventif yang terencana dan kolaboratif, PLN UIT JBT kembali menegaskan perannya sebagai penjaga keandalan listrik nasional. Di balik gemerlap lampu dan hangatnya kebersamaan Lebaran, ada dedikasi yang terus bekerja—memastikan terang tetap hadir tanpa jeda.(kar)

Berita terkait