Menjaga Wajah Waterfront Pontianak, Antara Ketertiban dan Nafkah Warga

Menjaga Wajah Waterfront Pontianak, Antara Ketertiban dan Nafkah Warga
Pemandangan Waterfront City Pontianak yg selalu ramai pengunjung. (Foto : Apolo/Spektroom)

Pontianak-Spektroom : Pagi itu, angin dari Sungai Kapuas berembus pelan menyapu kawasan waterfront.Sejumlah warga tampak beraktivitas seperti biasa
berolahraga, berjalan santai, hingga sekadar duduk menikmati suasana.

Namun, pada Jumat (03/4/2026) menghadirkan pemandangan berbeda. Aparat Satpol PP bersama unsur kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menyusuri area tersebut, menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan jemuran warga yang terpasang di pagar.

Personil Satpol PP yg sedang melaksanakan penertiban. (Foto: Apolo/Spektroom)

Di balik penertiban itu, terselip cerita tentang ruang publik yang diperebutkan oleh berbagai kepentingan: estetika kota, kenyamanan pengunjung, dan kebutuhan ekonomi warga.

Bagi sebagian pedagang, waterfront bukan sekadar lokasi berdagang, melainkan sumber penghidupan. Meja-meja sederhana yang berjajar di sepanjang pagar menjadi tempat mereka menggantungkan harapan. Namun, keberadaannya dinilai mengganggu keindahan dan akses pengunjung.

“Kami hanya ingin mencari rezeki,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, sambil membereskan dagangannya.

Wajahnya menyiratkan kelelahan, tetapi juga kepasrahan. Di sisi lain, pemerintah kota menegaskan pentingnya menjaga kawasan tersebut sebagai wajah Pontianak.

Kepala Satpol PP, Ahmad Sudiyantoro, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan bukan semata-mata untuk menegakkan aturan, tetapi juga menciptakan ruang publik yang nyaman dan layak bagi semua.

Lapak-lapak PKL diarahkan untuk ditempatkan di luar pagar waterfront. Begitu pula dengan jemuran warga yang selama ini menggantung di pagar, diminta untuk dipindahkan ke area rumah masing-masing.

Bagi pemerintah, langkah ini adalah bagian dari upaya menjaga estetika kota, terutama karena waterfront kerap menjadi tujuan wisata.

Camat Pontianak Selatan, Wulanda Anjaswari, menyebut penataan ini sebagai langkah bersama untuk menjaga kebanggaan kota.

Ia menekankan bahwa waterfront bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga etalase Pontianak di mata pengunjung.

Namun pendekatan yang dilakukan tidak sepenuhnya kaku. Aparat turut melibatkan tokoh masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi secara persuasif.

Pendekatan humanis diupayakan agar penertiban tidak meninggalkan luka sosial di tengah masyarakat.

Bagi warga, perubahan ini mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Antara kebutuhan menjaga keteraturan dan realitas kehidupan sehari-hari, ada proses yang harus dilalui bersama.

Waterfront Pontianak pun menjadi cermin dinamika kota: tentang bagaimana ruang publik dirawat, tentang bagaimana aturan ditegakkan, dan tentang bagaimana manusia di dalamnya berusaha tetap bertahan.

Di tengah semua itu, satu hal menjadi harapan bersama—agar keindahan kota tetap terjaga, tanpa menghilangkan ruang bagi warganya untuk hidup dan berkembang.

Berita terkait

Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Jeneponto –Spektroom : Warna merah dan putih mulai menghiasi Jembatan Gantung Sungai Saballang yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, wilayah teritorial Kodim 1425/Jeneponto. Dengan penuh ketelitian, prajurit TNI bersama masyarakat bergotong royong melaksanakan pengecatan pada sejumlah titik konstruksi jembatan sebagai upaya menjaga kualitas pembangunan yang terus berjalan.

Yahya Patta, Rafles
Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Makasar-Spektroom : Mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di bidang teknologi kecerdasan buatan pada tahun 2026. Melalui proyek inovasi karsa cipta bernama DISGUISE-ID, mereka sukses merancang dan menguji model algoritma mutakhir yang mampu mengidentifikasi wajah Daftar Pencarian Orang dengan tingkat akurasi rekonstruksi yang sangat tinggi, yakni mencapai 94,

Yahya Patta, Rafles
Maureen Vivian Pasang Target Fraksi, Perindo Maluku Tengah Siap Rebut Empat Kursi DPRD

Maureen Vivian Pasang Target Fraksi, Perindo Maluku Tengah Siap Rebut Empat Kursi DPRD

Jakarta–Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Maluku Tengah yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku, Maureen Vivian, menegaskan Partai Perindo tidak sekadar mengikuti kontestasi politik pada Pemilu mendatang, tetapi membidik lompatan besar dengan target meraih empat kursi DPRD Kabupaten Maluku Tengah agar dapat membentuk satu fraksi sendiri. Target tersebut disampaikan

Eva Moenandar, Rafles
ссс