Menjemput Peluang Kerja dari Career Fest Jakarta Selatan

Menjemput Peluang Kerja dari Career Fest Jakarta Selatan
Tamu undangan mengikuti pembukaan Career Fest Jakarta Selatan 2026 di Balai Prajurit Ragunan, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026). (Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta - Spektroom: Selembar CV mungkin hanya beberapa halaman. Namun bagi pencari kerja, lembaran itu bisa membawa harapan besar tentang masa depan. Harapan itulah yang terlihat di Balai Prajurit Ragunan, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Sejak pagi, para pencari kerja berdatangan mengikuti Career Fest Jakarta Selatan. Mereka mencari informasi, menyerahkan lamaran, hingga berbincang langsung dengan perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

Tahun ini, kesempatan yang tersedia cukup besar. Sebanyak 37 perusahaan ikut membuka lowongan dengan total 3.857 posisi pekerjaan selama kegiatan yang berlangsung pada 3-4 September 2026.

Bagi pemerintah, ribuan posisi tersebut bukan sekadar angka. Di balik setiap lowongan terdapat peluang bagi warga Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan Career Fest dirancang tidak hanya sebagai bursa kerja, tetapi juga sebagai ruang mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran dalam menciptakan tenaga kerja berkualitas.

"Career Fest tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pencari kerja, dunia pelatihan, dan masyarakat," ujarnya.

Kolaborasi menjadi penting di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu, sementara pencari kerja harus mampu menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan industri.

Upaya mempertemukan kedua kebutuhan tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data BPS terakhir yang disampaikannya, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta Selatan telah turun menjadi 5,79 %.

Pencari kerja agar tidak sekadar mengejar pekerjaan, tetapi memahami kesesuaian antara posisi yang ditawarkan dengan pendidikan dan keterampilan yang dimiliki.

Kesempatan yang dibuka pun tidak hanya ditujukan bagi pencari kerja pada umumnya. Career Fest turut menyediakan peluang bagi penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pekerjaan secara inklusif.

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan efektivitas job fair Pemprov DKI Jakarta mencapai sekitar 40 %. Namun, pencari kerja perlu memahami mendapatkan pekerjaan membutuhkan proses.

Syaripudin juga menyampaikan tren tingkat pengangguran terbuka di DKI Jakarta yang terus menurun. Angkanya sebelumnya berada di 6,18 %, kemudian turun menjadi 6,05 persen, dan kini berada di 5,79 persen.

Di sisi lain, Career Fest tidak berhenti pada urusan mencari pekerjaan. Pengunjung juga mendapatkan akses informasi mengenai pelatihan kerja yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keterampilan.

UMKM binaan Sudin Nakertransgi Jakarta Selatan turut dilibatkan. Ada pula talkshow, cek kesehatan gratis, dan berbagai layanan pendukung lainnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menilai kesempatan kerja yang terbuka luas memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Akses terhadap pekerjaan layak dapat mendorong peningkatan kesejahteraan, mengurangi ketimpangan, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Berita terkait