Menkop Dorong Koperasi Berbasis Masjid Menjadi Bagian Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Menkop Dorong Koperasi Berbasis Masjid Menjadi Bagian Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Menkop Ferry Juliantono Raker III Tabligh Pimpinan Pusat PP Muhamadiyah di Malang Jatim. ( humas Kemenkop)

Spektroom - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan konsep koperasi sejatinya lahir dari nilai-nilai yang sudah ada dalam Islam sejak 14 abad lalu, dimana koperasi mengajarkan keadilan, tolong-menolong, kebersamaan, dan keberkahan usaha.

“Semua berakar pada ajaran ta’awun, ukhuwah, dan syirkah. Maka dari itu kami berharap umat dapat membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh melalui pembentukan koperasi masjid, sehingga ekonomi umat akan menjadi tiang penopang ekonomi bangsa yang berdaya demi kesejahteraan bersama,” kata Menkop Ferry saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengusung tema Masjid Berkemajuan sebagai Pusat Gerakan Ilmu, Dakwah dan Kesejahteraan Umat, di Kota Batu, Jawa Timur (25/10/25).

Menkop menegaskan, membangun koperasi masjid bukanlah hal yang sederhana. Amanah dan transparansi menjadi kunci utama. Pengurus koperasi harus mampu menjaga kepercayaan jamaah, baik dalam hal keuangan maupun tujuan.

Menkop bersama Wakil ketua Tabligh pimpinan pusat pp Muhamadiyah, KH Adi Hidayat ( humas kemenkop)

Laporan keuangan harus terbuka, hasil usaha dibagi dengan adil, dan program disusun sesuai kebutuhan masyarakat. “Pengelolaan koperasi masjid harus profesional dan sesuai dengan prinsip syariah, tanpa riba, penipuan, atau manipulasi,” tegasnya.

Pemerintah juga mendorong agar koperasi berbasis masjid menjadi bagian dari kebijakan penguatan ekonomi kerakyatan nasional. Tujuannya adalah agar ekonomi umat kuat secara spiritual dan tangguh secara kesejahteraan.

Jika koperasi masjid berjalan dengan baik, manfaatnya sangat besar. Koperasi dapat membuka akses keuangan bagi jamaah kecil yang kesulitan modal usaha, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Sebagian keuntungan koperasi juga dapat digunakan untuk beasiswa anak yatim, kegiatan sosial, dan dakwah,” ucapnya.

Hal ini selaras dengan program prioritas nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menkop menyatakan, inisiatif ini bertujuan untuk mengarahkan kembali ekonomi Indonesia sesuai dengan semangat ekonomi konsumsi yang lebih inklusif.

Pemerintah juga berupaya untuk merelaksasi berbagai regulasi yang menghambat koperasi desa. “Dengan berbagai upaya ini, Pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperkuat UMKM di Indonesia,” ucap Menkop Ferry.

Berita terkait

Meriahkan Peringatan HARGANAS Ke - 33 Tingkat Provinsi Maluku Utara, BKKBN Gelar Aksi ASRI Serentak

Meriahkan Peringatan HARGANAS Ke - 33 Tingkat Provinsi Maluku Utara, BKKBN Gelar Aksi ASRI Serentak

Sofifi-Spektroom : Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di lingkungan kantor sampai ke Balai Penyuluh Keluarga Berencana Se - Provinsi Maluku Utara,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Wali Kota Jaksel Syafrin Liputo, Ajak Forkopimko dan DPRD Perkuat Kolaborasi Hadapi Isu Strategis

Wali Kota Jaksel Syafrin Liputo, Ajak Forkopimko dan DPRD Perkuat Kolaborasi Hadapi Isu Strategis

Jakarta : Spektroom :  Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, serta jajaran perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam menghadapi berbagai persoalan strategis di wilayah Jakarta Selatan. Pesan tersebut disampaikan Syafrin saat menghadiri kegiatan Coffee Morning

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti