Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan

Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
Menkop Ferry Juliantono ( humas kemenkop)

Jakarta – Spektroom: Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai instrumen strategis untuk mencapai kedaulatan pangan nasional.

Dalam acara Economic Briefing 2026, Kamis (22/4) Menkop memaparkan peta jalan penguatan ekosistem koperasi yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menyentuh sisi pasca produksi dan distribusi.

Menkop menjelaskan bahwa Presiden menginginkan Indonesia mencapai tingkat kedaulatan pangan (food sovereignty), di mana kebutuhan pangan dihasilkan sepenuhnya oleh bangsa sendiri, bukan sekadar ketahanan pangan (food security) yang masih memungkinkan impor.

Fungsi Koperasi Desa Merah Putih ini adalah menjadi off-taker atau penampung yang menyerap seluruh hasil produk masyarakat di desa, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perikanan dan kerajinan," ujar Menkop dalam siaran persnya diJakarta,Sabtu ( 25/4/2026).


Salah satu poin krusial yang disoroti Menkop adalah kelemahan pada sektor pasca produksi yang masih belum tersentuh. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Koperasi akan melengkapi koperasi desa dengan infrastruktur teknologi tepat guna.

Kopdes Merah Putih nantinya akan dilengkapi dengan alat pengering (dryer) untuk menjaga kualitas gabah petani agar sesuai dengan standar Bulog. Selain itu, infrastruktur pengatur suhu dan cold storage akan disediakan untuk produk hortikultura dan perikanan agar hasil panen tidak cepat busuk dan memiliki daya simpan yang lebih lama.

"Kami di Kementerian Koperasi akan membantu menyempurnakan kegiatan di pasca produksi. Dengan stok yang terkelola baik, kita tidak hanya bisa menjual di dalam negeri, tetapi juga untuk kepentingan ekspor," imbuhnya.

Selain sebagai penyerap hasil bumi, Kopdes Merah Putih juga diplot sebagai penyalur barang-barang kebutuhan pokok dan barang subsidi pemerintah. Lebih lanjut, Kopdes juga akan menjadi instrumen penyaluran berbagai bantuan sosial seperti BLT dan PKH agar lebih tepat sasaran.

Menkop mendorong penerima manfaat bantuan sosial untuk menjadi anggota koperasi desa. Dengan berbelanja di koperasi dan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU), diharapkan pendapatan masyarakat meningkat sehingga dapat keluar dari kategori miskin ekstrem.

Berita terkait

Gubernur Mirza  Menjadi Pembicara Kunci Pada Sosialisasi Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah Se Sumbagsel

Gubernur Mirza Menjadi Pembicara Kunci Pada Sosialisasi Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah Se Sumbagsel

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal, hari ini Senin, (18/5/2026) pukul 09.00 WIB akan membuka sekaligus menjadi narasumber pada Sosialisasi Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah Kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), berlangsung di Bandarlampung. Dari penelusuran Spektroom diketahui

Anggoro AP
Pemkab Fakfak Papua Barat Terapkan Perluasan Pala Tomandin

Pemkab Fakfak Papua Barat Terapkan Perluasan Pala Tomandin

Fakfak-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat pengembangan komoditas pala melalui program perluasan Pala Tomandin (pala yang memiliki nilai historis dengan budaya setempat) sebagai komoditas unggulan daerah. Programnya difokuskan untuk mendukung pengembangan pala unggul dan hilirisasi perkebunan guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani pala di Kabupaten Fakfak. Dalam sosialisasi yang dilaksanakan

Anthonius Teniwut, Julianto